Bupati Nganjuk Perintahkan Dinsos Cari Solusi untuk Kesejahteraan Kakek Sukirno

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengambil tindakan cepat setelah menerima laporan mengenai adanya warga kurang mampu di Desa Dlururejo yang belum mendapatkan bantuan sosial

17 Oct 2025 - 20:02
Bupati Nganjuk Perintahkan Dinsos Cari Solusi untuk Kesejahteraan Kakek Sukirno
Bupati Marhaen Djumadi beserta Kadinsos Hari Sudjatmiko (Pakaian Batik biru) saat di makam marsinah (Foto : kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP – Pasca pemberitaan di media online dengan judul "Luput dari Bantuan, Kakek Sukirno di Nganjuk Hidup di Rumah Reyot Bersama Istri" pada Rabu (15/10/2025), Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengambil tindakan cepat setelah menerima laporan mengenai adanya warga kurang mampu di Desa Dlururejo yang belum mendapatkan bantuan sosial.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Nganjuk segera memerintahkan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nganjuk untuk terjun langsung ke lapangan dan melakukan verifikasi data serta memberikan solusi yang tepat sasaran.

"Saya sudah mendengar laporan ini dan langsung meminta Dinsos untuk segera bertindak. Tidak boleh ada warga Nganjuk, apalagi yang kurang mampu, yang terlewat dari perhatian pemerintah," tegas Bupati saat dikonfirmasi oleh awak media di makam Marsinah Desa Ngelundo, Sukomoro, Jumat (17/10/2025). 

Terpisah, Kepala Dinsos Kabupaten Nganjuk, Haris Sudjatmiko menyatakan bahwa pihaknya telah menerima instruksi dari Bupati dan segera membentuk tim untuk melakukan investigasi ke Desa Dlururejo. 

"Kami akan melakukan pendataan ulang dan verifikasi, memastikan apakah ada kesalahan data atau kendala lain yang menyebabkan warga tersebut belum menerima bantuan. Kami akan berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan untuk memastikan bantuan dapat segera disalurkan," ujarnya.

 Menurut Haris, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap mekanisme penyaluran bantuan sosial yang ada, untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. 

"Kami akan pastikan semua prosedur berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Jika ada indikasi penyimpangan, akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku," kata Haris. 

Mantan Kadis Disperindag ini mengatakan, Dinsos akan monitoring berbagai program bantuan sosial terus digulirkan, mulai dari bantuan langsung tunai (BLT), program keluarga harapan (PKH), hingga bantuan pangan non-tunai (BPNT) yang ada di Nganjuk. 

"Kami berharap dengan tindakan cepat ini, warga yang membutuhkan segera mendapatkan bantuan yang layak. Pemerintah hadir untuk seluruh masyarakat Nganjuk," pungkasnya.

Sebelumnya, di tengah gencarnya penyaluran berbagai program bantuan sosial pemerintah, masih ada warga yang terlewat dari perhatian. Adalah Sukirno (63), warga Dusun Dlururejo, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk, yang hingga kini hidup dalam kondisi memprihatinkan bersama istrinya, Jaenah.

Rumah yang mereka tempati berdiri di atas tanah kecil di pinggir desa. Dindingnya dari anyaman bambu yang sudah lapuk, atapnya bocor di banyak bagian, dan lantainya masih berupa tanah. Di rumah sederhana berukuran sekitar 6x7 meter itu, pasangan suami istri buruh tani ini menjalani hari-hari dengan penuh kesabaran.

Meski hidup serba kekurangan, Sukirno belum pernah menerima Program Keluarga Harapan (PKH). Bahkan, bantuan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) yang terakhir ia terima adalah pada tahun 2024. Tahun ini, 2025, tak ada lagi bantuan yang datang.

“Terakhir saya dapat bantuan tahun 2024, itu pun BLT Dana Desa. Tahun ini tidak ada. Istri saya sampai menghubungi Bu Kades menanyakan, tapi belum ada kabar,” tutur Sukirno dengan nada pelan, Rabu (15/10/2025). (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow