Bupati Jember Serap Aspirasi Warga, Gus Fawait Disorot Soal Bandara hingga Program Gerobak Cinta
Bupati Jember Gus Fawait berdialog langsung dengan warga Mumbulsari dalam program Bunga Desaku. Beragam aspirasi disampaikan, mulai dari infrastruktur bandara, sertifikasi tanah, hingga dukungan UMKM melalui program Gerobak Cinta
JEMBER, SJP – Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti Balai Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari, saat Bupati Jember, Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait, berdialog langsung dengan tokoh masyarakat dalam rangkaian program Bunga Desaku yang berlangsung selama dua hari, 6–7 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Amiruddin, Ketua RW 01 Dusun Krajan, tampil menyuarakan aspirasi warga yang mencakup isu infrastruktur, legalitas tanah, hingga kesejahteraan pengurus lingkungan.
Sebagai sosok yang dikenal vokal mewakili RT dan RW di wilayahnya, Amiruddin mengawali penyampaiannya dengan memberikan apresiasi terhadap visi pembangunan yang dibawa Gus Fawait. Namun, ia juga menyampaikan catatan kritis terkait optimalisasi aset daerah, khususnya keberadaan bandara di Jember.
Amiruddin menekankan bahwa kemajuan ekonomi harus didukung sarana penunjang yang memadai. Ia menyoroti kondisi jembatan yang menjadi akses utama menuju pintu masuk bandara, serta minimnya aktivitas pertokoan di sekitarnya yang membuat kawasan tersebut terkesan sepi.
“Bandara adalah tolok ukur kemajuan ekonomi, tetapi sarana penunjangnya masih kurang. Kami berharap ada perhatian khusus untuk jembatan dan fasilitas pendukung lainnya agar ekonomi warga sekitar ikut terangkat,” kata Amiruddin, Selasa (7/4/2026), di sela kegiatan Bunga Desaku.
Isu krusial lain yang diangkat adalah program sertifikasi tanah. Amiruddin mengungkapkan kendala yang kerap dihadapi pemerintah desa dan warga terkait target bidang tanah dalam program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) dan Prona.
Berdasarkan aspirasi warga, ia mengusulkan agar target baru dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dapat dievaluasi atau bahkan dihapus agar lebih fleksibel mengikuti kondisi riil di setiap desa. Hal ini bertujuan agar masyarakat ekonomi menengah ke bawah tidak terbebani oleh target yang sulit dipenuhi, sehingga proses kepemilikan Sertifikat Hak Milik (SHM) dapat berjalan lebih lancar.
Tak hanya menyoroti isu infrastruktur makro, Amiruddin juga menyampaikan usulan terkait kesejahteraan dan identitas pengurus lingkungan di tingkat RT dan RW. Ia mengusulkan pengadaan seragam dan sepatu baru guna meningkatkan kepercayaan diri serta kekompakan dalam melayani masyarakat.
Di sektor pemberdayaan ekonomi mikro, Amiruddin meminta Gus Fawait memastikan keberlanjutan program “Gerobak Cinta” pada tahun 2026. Program tersebut dinilai efektif membantu pelaku UMKM di tingkat akar rumput.
Ia juga berharap kuota bantuan gerobak dapat ditambah, mengingat masih ada warga di RW 01 yang belum terakomodasi pada periode sebelumnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Gus Fawait menyambutnya dengan antusias. Diskusi berlangsung dinamis dengan selingan humor. Bahkan, Gus Fawait sempat berkelakar menambahkan usulan kopiah agar para Ketua RW terlihat lebih berwibawa.
Gus Fawait menegaskan bahwa masukan dari tingkat RW merupakan fondasi penting dalam merumuskan kebijakan pembangunan Jember ke depan. Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan ketajaman usulan Amiruddin, ia memberikan “hadiah” berupa cokelat sebagai simbol politik riang gembira dan eratnya silaturahmi antara pemimpin dan masyarakat.
“Semua masukan ini adalah kritik membangun, dan ini wajib dilakukan agar Kabupaten Jember menjadi lebih baik dan berkembang pesat,” pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

