Bulog Tulungagung Pasok Sembilan SPPG

Setiap SPPG menerima pasokan rutin berkisar antara 300 hingga 500 kilogram beras per minggu.

27 Jan 2026 - 13:50
Bulog Tulungagung Pasok Sembilan SPPG
Kepala Cabang Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP — Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung resmi memulai pendistribusian komoditas pangan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Penyaluran ini menyasar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di wilayah kerja Bulog Tulungagung, meliputi Tulungagung, Trenggalek, hingga Blitar Raya.

Kepala Cabang Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menyatakan bahwa implementasi program ini telah berjalan sejak pertengahan Januari 2026. 

Pada fase awal, distribusi difokuskan pada SPPG yang berbasis di lingkungan pondok pesantren.

"Penugasan penyaluran beras untuk program MBG sudah kami laksanakan sejak pertengahan Januari. Saat ini skalanya masih terbatas pada SPPG di lingkup pondok pesantren," ujar Yonas saat ditemui Selasa (27/1/2026).

Hingga saat ini, Bulog telah melayani sembilan SPPG dengan rincian satu titik di Kabupaten Tulungagung, sementara delapan lainnya berada di Trenggalek dan Blitar Raya. 

Setiap SPPG menerima pasokan rutin berkisar antara 300 hingga 500 kilogram beras per minggu.

Untuk mendukung keberlangsungan program ini, Bulog menetapkan harga strategis bagi komoditas beras premium. Harga jual Bulog Rp14.400 per kilogram sementara HET pemerintah Rp14.900 per kilogram.

"Kami memberikan harga kompetitif di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk mendukung efektivitas program pangan nasional ini," tambahnya.

Menanggapi potensi lonjakan permintaan ke depan, Yonas menegaskan bahwa Bulog tidak menerapkan sistem kuota. 

Pihaknya menjamin akan memenuhi seluruh permintaan SPPG, yang diharapkan juga berdampak positif pada peningkatan serapan gabah petani lokal.

Terkait ketahanan pangan di wilayah kerjanya, Bulog memastikan kondisi cadangan pangan dalam posisi aman. Saat ini, stok beras di gudang Bulog Tulungagung mencapai 38.000 ton, jumlah yang diproyeksikan surplus hingga satu tahun ke depan.

Selain beras, SPPG juga diberikan akses untuk melakukan pemesanan komoditas pangan lain secara mandiri, seperti minyak goreng, melalui mekanisme pemesanan langsung ke kantor cabang.

"Stok beras kami mencukupi. Untuk beras premium, kami menerapkan sistem just-in-time dengan penyiapan H-3 sebelum pengiriman guna menjaga kualitas dan mutu produk agar tetap prima saat diterima masyarakat," tutup Yonas. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow