Protes Peluru Nyasar Diduga dari Latihan Militer, Warga Pasuruan Blokade Jalur Pantura

Warga menuntut penghentian sementara seluruh aktivitas latihan hingga ada jaminan keselamatan yang pasti bagi permukiman mereka.

24 Jul 2026 - 09:50
Protes Peluru Nyasar Diduga dari Latihan Militer, Warga Pasuruan Blokade Jalur Pantura
Ratusan warga Pasuruan melakukan aksi protes di Jalur Pantura. (Beritasatu.com)

PASURUAN, SJP — Sebuah peluru yang diduga berasal dari arena latihan militer menembus atap rumah dan jatuh tepat di dekat seorang anak di Desa Alas Tlogo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. 

Insiden membahayakan ini memicu amarah ratusan warga setempat hingga nekat memblokade Jalur Pantura Pasuruan–Probolinggo (PasPro), Kamis (23/7/2026).

Aksi penutupan jalan nasional tepat di depan Komando Latihan Marinir tersebut melumpuhkan arus lalu lintas dari kedua arah selama lebih dari dua jam. 

Warga menuntut penghentian sementara seluruh aktivitas latihan hingga ada jaminan keselamatan yang pasti bagi permukiman mereka.

Sekretaris Desa Alas Tlogo, Sugianto, mengungkapkan bahwa tindakan ekstrem menutup akses jalan utama dilakukan karena warga merasa nyawa mereka terancam di rumah sendiri.

"Kami menutup jalan agar ada perhatian serius dari pihak terkait. Harapan kami, kegiatan latihan dihentikan sementara sampai ada jaminan keselamatan bagi masyarakat," tegas Sugianto.

Keberadaan Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) yang berbatasan langsung dengan permukiman padat penduduk dinilai warga sudah sangat rawan. Insiden peluru tembus atap kali ini dianggap sebagai peringatan keras agar pengawasan dan prosedur keselamatan latihan dievaluasi total.

Kepanikan dan kemacetan panjang di Jalur Pantura baru mulai terurai setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, turun langsung menemui massa di tengah jalan.

Pemerintah daerah berjanji segera membuka ruang dialog antara perwakilan warga dan pihak TNI guna menyelesaikan persoalan keamanan ini secara terbuka.

"Kita akan segera memfasilitasi pertemuan antara kedua belah pihak, yang penting akses ini jalan dahulu," ujar Yudha.

Yudha menambahkan, koordinasi dan dialog antarpihak menjadi kunci penting agar aktivitas latihan militer tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan keselamatan dan kenyamanan warga sekitar.

Setelah memegang komitmen dari pemerintah daerah, warga akhirnya membubarkan diri secara tertib. Akses Jalur Pantura PasPro pun kembali dibuka dan arus kendaraan kembali bergerak normal. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow