Bikin Geleng Kepala, Dokter di Sampang Tertangkap Nyabu Bareng Juru Parkir Tempat Kerjanya
Kesenjangan sosial runtuh seketika saat seorang dokter RSUD dr. Zyn Sampang tertangkap basah nyabu bareng juru parkirnya sendiri.
SAMPANG, SJP – Kesenjangan sosial dan batasan kasta pekerjaan mendadak runtuh di Sampang dengan cara yang sangat tidak terduga. Seorang dokter dan seorang juru parkir di RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang membuktikan bahwa kebersamaan bisa terjalin tanpa memandang gelar akademis maupun jumlah digit gaji. Sayangnya, kekompakan lintas profesi ini bukan terjadi dalam aksi bakti sosial, melainkan saat keduanya kedapatan asyik pesta sabu bersama.
Peristiwa unik ini mendadak membuat publik terheran-heran. Bagaimana bisa seorang dokter, sosok terpelajar yang mengerti betul struktur kimia dan bahaya zat adiktif bagi tubuh, justru se-frekuensi dan nongkrong bareng juru parkir di tempat kerjanya demi menghisap asap terlarang tersebut.
Masyarakat pun berspekulasi secara jenaka tentang awal mula kerja sama operasional ini. Bisa jadi sang dokter terlalu menghayati prinsip merakyat agar selalu mendapat slot parkir gratis, sementara sang juru parkir membutuhkan resep keakraban dari sang ahli medis. Opsi lainnya, ini adalah bentuk efisiensi tempat yang luar biasa. Jika terjadi efek samping, mereka tidak perlu repot memanggil ambulans karena tinggal geser beberapa meter saja untuk sampai ke ruang UGD.
Pihak RSUD Moh Zyn Sampang membantah penyalahgunaan sabu tidak terjadi di lingkungan rumah sakit."Itu kejadiannya di rumahnya," ungkap Humas RSUD Moh Zyn Sampang, Amin Jakfar.
Dokter yang terlibat sabu merupakan dokter umum yang sehari-hari bertugas melayani pasien di IGD. Sedangkan,juru parkir yang turut diamankan merupakan pekerja yang dikelola pihak ketiga.
RSUD Moh Zyn Sampang memastikan baik dokter maupun juru parkir tersebut diberhentikan.
Kini, duo beda profesi ini harus rela melanjutkan keakraban mereka di balik sel tahanan. Kejadian ini memberikan pelajaran berharga bahwa kebersamaan memang indah, tetapi jika kompak dalam hal yang salah, ujung-ujungnya tetap saja diparkir di kantor polisi. (**)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

