Bukan Karnaval Biasa, Kirab Budaya di Malang ini Galang Santunan di Bulan Muharam
Kirab budaya dibulan Muharam di Desa Sidorejo bukan sekadar arak-arakan. Tradisi tahunan itu menjadi media penggalangan dana yang seluruh hasilnya disalurkan kepada anak yatim piatu dan kaum dhuafa.
MALANG, SJP – Kemeriahan Kirab Muharam di Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, bukan sekadar arak-arakan layaknya karnaval. Tradisi tahunan yang digelar masyarakat ini menjadi sarana penggalangan dana untuk membiayai santunan bagi anak yatim piatu dan kaum dhuafa.
Kirab yang telah menjadi tradisi turun-temurun tersebut dipusatkan di beberapa RT setempat. Warga dengan sukarela memberikan donasi sepanjang jalur kirab sebagai bentuk kepedulian kepada sesama. Seluruh dana yang terkumpul kemudian disalurkan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa dalam rangkaian peringatan bulan Muharam.
Kepala Desa Sidorejo, Muhammad Hery Junaedi, mengatakan tradisi tersebut sudah berlangsung jauh sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa. Pemerintah desa saat ini hanya melanjutkan sekaligus mendukung agar kegiatan sosial tersebut tetap lestari.
"Ini sudah menjadi tradisi masyarakat setiap bulan Muharam. Kami hanya meneruskan dan mendukung kegiatan yang sudah berjalan karena tujuannya untuk membantu anak-anak yatim," ujar pria yang akrab disapa Erik itu, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, penggalangan dana sepenuhnya mengandalkan partisipasi masyarakat tanpa ada unsur paksaan. Kesadaran warga untuk berbagi terus tumbuh sehingga tradisi tersebut mampu bertahan hingga kini.
"Tidak ada paksaan. Masyarakat ikut dengan kesadaran sendiri karena sudah memahami tujuan kegiatan ini," katanya.
Menurutnya, pada Muharam tahun lalu, santunan diberikan kepada 18 anak yatim dengan nilai sekitar Rp6 juta untuk setiap anak. Tahun ini jumlah penerima meningkat menjadi 20 anak. Besaran santunan masih akan dihitung bersama panitia dan takmir masjid setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai sebagai bentuk transparansi.
Selain kirab, peringatan Muharam di Desa Sidorejo juga diisi dengan pengajian umum dan penyaluran santunan kepada anak yatim yang bakal diselenggarakan paling lambat esok hari.
Erik berharap tradisi tersebut terus menjadi penggerak kepedulian sosial masyarakat.
"Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga memotivasi masyarakat untuk terus peduli kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Dengan kebersamaan, kita bisa meringankan beban mereka sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah desa," pungkasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

