Budaya Merokok di Kantor Jadi Tantangan Utama Penerapan Kawasan Tanpa Rokok di Kota Batu

Upaya Pemkot Batu dalam menegakkan Kawasan Tanpa Rokok menunjukkan komitmen kuat menuju lingkungan yang lebih sehat, namun tantangan terbesar masih terletak pada perubahan budaya merokok di lingkungan perkantoran. Dengan konsistensi dan kolaborasi lintas instansi, Kota Batu diharapkan mampu menjadi contoh penerapan KTR yang efektif dan berkelanjutan.

29 Oct 2025 - 19:58
Budaya Merokok di Kantor Jadi Tantangan Utama Penerapan Kawasan Tanpa Rokok di Kota Batu
Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok oleh Dinkes Kota Batu (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mewujudkan lingkungan sehat lewat penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) masih dihadapkan pada tantangan besar, terutama di area perkantoran. Meski sosialisasi dan regulasi terus digencarkan, kebiasaan merokok di lingkungan kerja dinilai masih sulit diubah.

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit, dan Penanganan Bencana Dinas Kesehatan Kota Batu, dr. Susana Indahwati pada Rabu (29/10/2025) mengatakan bahwa penerapan KTR di sejumlah tatanan sudah berjalan cukup baik. Namun, perkantoran masih menjadi titik lemah karena faktor kebiasaan dan kurangnya kesadaran individu.

“Kesadaran pegawai masih menjadi tantangan. Kantor bukan sepenuhnya bebas rokok, tapi terbatas rokok, jadi perlu disediakan smoking area yang sesuai aturan,” ujarnya. 

Menurutnya, penegakan KTR di tujuh tatanan mulai dari fasilitas kesehatan hingga tempat umum terus dimonitor. Nantinya akan dilakukan penilaian terhadap kepatuhan penerapan KTR di setiap lembaga. Salah satu indikator penting adalah ketiadaan bau rokok, asbak, maupun iklan rokok di area yang ditetapkan.

Dinkes Kota Batu bersama Dinkes Provinsi Jawa Timur dan Diskominfo juga aktif memberikan edukasi tentang bahaya rokok, baik dari aspek kesehatan maupun ekonomi. Kegiatan tersebut turut didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

"Jadi perubahan perilaku menjadi kunci keberhasilan program KTR. Aturan sudah ada, sosialisasi sudah berjalan, sekarang tinggal bagaimana budaya kerja di kantor bisa menyesuaikan dan mendukung terciptanya lingkungan yang sehat,” tegasnya.

Dengan langkah tersebut, Pemkot Batu berharap tercipta ekosistem kerja dan kehidupan masyarakat yang lebih sehat, serta menurunkan angka paparan asap rokok di ruang publik. (Adv)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow