Bupati Bojonegoro Dorong Siswa Sekolah Rakyat Raih Masa Depan Lebih Baik
Sejak resmi beroperasi pada 9 Agustus 2025, Sekolah Rakyat di Bojonegoro telah berjalan sekitar lima bulan. Hasilnya mulai terlihat. Anak-anak yang sebelumnya terancam putus sekolah kini menunjukkan perubahan signifikan, baik dari sisi kedisiplinan, kepercayaan diri, maupun capaian belajar.
BOJONEGORO, SJP - Pendidikan bukan sekadar ruang kelas dan buku pelajaran. Bagi ratusan anak dari keluarga rentan di Bojonegoro, pendidikan adalah jalan keluar dari keterbatasan dan jembatan menuju masa depan yang lebih cerah.
Semangat itulah yang terasa dalam dialog dan evaluasi Sekolah Rakyat Kabupaten Bojonegoro bersama Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Nurul Azizah, jajaran Forkopimda, kepala OPD, guru, orang tua, serta para siswa, Rabu (21/1/2026).
Sejak resmi beroperasi pada 9 Agustus 2025, Sekolah Rakyat di Bojonegoro telah berjalan sekitar lima bulan. Hasilnya mulai terlihat. Anak-anak yang sebelumnya terancam putus sekolah kini menunjukkan perubahan signifikan, baik dari sisi kedisiplinan, kepercayaan diri, maupun capaian belajar.
“Alhamdulillah, secara umum penyelenggaraan Sekolah Rakyat berjalan dengan baik. Anak-anak semakin betah, mampu mengikuti proses pembelajaran, dan mulai menunjukkan prestasi,” ujar Saifullah Yusuf saat berdialog langsung dengan siswa dan orang tua.
Program ini tidak hanya mengejar nilai akademik. Lingkungan belajar dirancang aman dan penuh empati, membentuk karakter siswa agar disiplin, menghormati orang tua, serta berani memiliki cita-cita.
Perubahan Nyata di Tengah Keterbatasan
Sri Asih, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem, merasakan langsung perubahan tersebut. Putranya, Aji Supangat, kini duduk di jenjang SMA Sekolah Rakyat.
“Dulu anak kami kurang disiplin. Sekarang jauh lebih tertib dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Dengan penghasilan suami yang tidak menentu dari menganyam bambu, biaya pendidikan sempat menjadi beban berat. Kehadiran Sekolah Rakyat, menurutnya, menjadi solusi yang sangat berarti bagi kelangsungan pendidikan anaknya.
Hal serupa disampaikan Mutmainah, warga Desa Bareng, Kecamatan Ngasem. Ibu empat anak ini mengaku program tersebut menjadi penopang harapan keluarganya.
“Dengan anak empat, biaya pendidikan sangat berat. Sekolah Rakyat benar-benar membantu kami,” ungkapnya.
Meski jarak sekolah cukup jauh dan membutuhkan biaya transportasi, para orang tua tetap berupaya mengantar anak-anaknya. Mereka melihat perubahan nyata: anak lebih rajin bangun pagi, taat aturan, dan semangat belajar meningkat.
Dukungan Pemkab Bojonegoro
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan apresiasi atas perkembangan para siswa. Ia menilai Sekolah Rakyat mampu menghadirkan perubahan karakter yang signifikan.
“Yang terpenting, anak-anak merasa nyaman, berkembang, dan berprestasi sesuai cita-cita mereka sendiri. Itu tujuan utama Sekolah Rakyat,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, lanjutnya, memberikan dukungan penuh terhadap program ini sebagai bagian dari kebijakan nasional Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Program Berkelanjutan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kehadiran negara bagi keluarga yang hidup dalam keterbatasan sosial dan ekonomi.
Program ini dirancang berkelanjutan mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA. Bahkan, siswa yang berprestasi akan diarahkan memperoleh akses beasiswa perguruan tinggi maupun kesiapan kerja sesuai minat dan bakatnya, baik di bidang akademik, teknologi, kesehatan, sosial, maupun kewirausahaan.
Secara nasional, Sekolah Rakyat telah hadir di 166 titik di seluruh Indonesia. Program ini tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga dilengkapi pemetaan bakat, pendampingan sosial, serta dukungan pemberdayaan keluarga, termasuk perbaikan hunian secara bertahap melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.
Di Sekolah Rakyat, satu pesan terus ditanamkan kepada para siswa: tertinggal bukan berarti gagal.
Melalui pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, Sekolah Rakyat menjadi bukti bahwa ketika negara hadir dengan komitmen dan empati, harapan tetap bisa tumbuh — bahkan dari keluarga yang paling membutuhkan. (***)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

