7 Fakta di Balik Keributan Pemuda di Desa Soko, Tulungagung: Bukan Konflik Antar Perguruan Silat

Kegaduhan yang terjadi di desa Soko, kecamatan Bandung, Tulungagung, viral dan membuat warganet bertanya-bertanya cerita sebenarnya. Berikut 7 fakta terkait kegaduhan tersebut, yang dihimpun dari pihak kepolisian.

22 Jun 2025 - 13:02
7 Fakta di Balik Keributan Pemuda di Desa Soko, Tulungagung: Bukan Konflik Antar Perguruan Silat
Tangkapan gambar video keributan di desa Soko, kecamatan Bandung, Tulungagung, Jumat (20/6/2025).

TULUNGAGUNG, SJP – Sebuah keributan yang melibatkan sejumlah pemuda terjadi di Dusun Kendal, Desa Soko, Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung, pada Jumat malam (20/6/2025).

Peristiwa ini sempat memicu salah paham antar kelompok perguruan silat dan menjadi viral di media sosial. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa kejadian ini bukan terkait konflik perguruan silat, melainkan keresahan warga terhadap aktivitas pemuda setempat.

Berikut 7 fakta yang berhasil dihimpun berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto:

1. Awal Mula Keributan Dipicu Penggerebekan Pasangan Muda-Mudi

Keributan bermula saat warga Desa Soko melakukan penggerebekan terhadap pasangan muda-mudi di rumah seorang warga di Dusun Kendal.

Penggerebekan itu dilakukan karena keresahan warga terhadap aktivitas anak pemilik rumah, ADA (17) yang kerap membawa teman menginap di rumah tersebut.

"Pada hari Rabu tanggal 18 Juni sekira pukul 18.00 WIB, teman anak pemilik rumah, OSP, datang dan tinggal di rumah tersebut karena ada masalah keluarga. Kedua orang tua ADA mengetahuinya, namun ADA tidak melaporkan kepada RT setempat," ujar Ipda Nanang.

2. Lokasi Kejadian di Rumah Warga yang Kerap Jadi Tempat Berkumpul

TKP (Tempat Kejadian Perkara) berada di rumah Bapak S, yang merupakan orang tua dari ADA (17). Rumah ini kerap menjadi tempat berkumpul teman-teman ADA, baik laki-laki maupun perempuan, dari luar desa.

"Di rumah itu sudah biasa banyak teman-teman ADA yang keluar masuk dan tinggal dirumahnya beberapa hari," kata Nanang.

3. Empat Pemuda Diamankan, Termasuk Seorang Perempuan Pelajar

Pada Jumat (20/6/2025) sekitar pukul 22.00 WIB, ketua RT bersama pemuda desa Soko mendatangi rumah saudara ADA yang kebetulan saat itu yang ada dirumah tersebut juga ada saudara OSP bersama 2 pemuda dari desa lain.

Empat orang yang diamankan dari lokasi yaitu :

  1. OSP (16), pelajar perempuan asal kecamatan Watulimo, kabupaten Trenggalek.
  2. ADA (17), pemuda setempat.
  3. S (19), pemuda asal Kecamatan Watulimo, Trenggalek.
  4. DIG (17), pemuda warga kecamatan Bandung.

Keempat remaja tersebut diamankan polisi untuk dimintai keterangan terkait keributan yang terjadi.

4. Viral di TikTok, Pemakaian Atribut Silat Picu Salah Paham

Salah seorang pemuda yang mendatangi rumah tempat 4 remaja berkumpul tersebut sempat melakukan siaran langsung di TikTok. Karena pada saat itu ADA menggunakan atribut perguruan silat, hal ini memicu kesalahpahaman dari pemuda luar desa yang mengira telah terjadi penganiayaan rekan mereka oleh anggota perguruan silat lain.

5. Salah Paham Antar Perguruan Silat Sempat Memanas

Kesalahpahaman tersebut menyebabkan kedatangan sejumlah pemuda dari desa lain seperti Ngepeh, Sukoharjo, dan Ngadirejo. Mereka mendatangi Desa Soko karena mengira telah terjadi konflik antar perguruan. Situasi sempat memanas namun berhasil diredam.

6. Polisi Tegaskan Tidak Ada Unsur Konflik Antar Perguruan

Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto, menegaskan bahwa kejadian ini bukanlah gesekan antar anggota perguruan silat.

“Ini murni keresahan warga terhadap aktivitas sekelompok pemuda yang kerap membawa teman dari luar desa dan menginap tanpa izin lingkungan,” ujarnya.

7. Kasus Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Untuk mencegah konflik meluas, seluruh pihak yang terlibat, termasuk empat pemuda yang diamankan, telah dimintai keterangan dan menandatangani surat pernyataan damai. Proses mediasi disaksikan oleh Kapolsek Bandung, kepala desa masing-masing, serta orang tua dari pemuda yang bersangkutan.

Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial dan tetap menjaga kondusivitas lingkungan. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow