BISTF 2025 Resmi Dibuka, 83 Atlet Paralayang Ramaikan Langit Kota Batu

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto yang hadir langsung dalam pembukaan acara menyampaikan bahwa ajang ini sangat berkontribusi dalam menarik kunjungan wisatawan, terutama di luar hari libur.

18 Jul 2025 - 16:40
BISTF 2025 Resmi Dibuka, 83 Atlet Paralayang Ramaikan Langit Kota Batu
Pembukaan BISTF DI Kota Batu (Arul/SJP)

KOTA BATU, SJP – Langit Gunung Banyak, Kota Batu kembali menjadi saksi gelaran bertaraf internasional melalui ajang Batu International Sport Tourism Festival (BISTF) 2025, yang resmi dimulai Jumat (18/7/2025).

Event sport tourism tahunan ini menghadirkan kompetisi Paragliding Accuracy League yang diikuti oleh 83 atlet paralayang dari tiga negara yakni Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Event ini diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Batu (Disparta) bekerja sama dengan Pengurus Cabang Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jawa Timur.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Juli 2025, dengan lokasi utama di kawasan wisata paralayang Gunung Banyak, Songgokerto, Kota Batu.

Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto pada Jumat (18/7/2025) menyampaikan bahwa kompetisi ini mempertandingkan lima kategori lomba, yakni Overall, Team, Women, Junior, dan Festival Paralayang.

Menurutnya, kejuaraan ini bukan hanya sekadar olahraga, tapi juga bagian dari strategi penguatan pariwisata berbasis event.

“Ini adalah bentuk nyata bagaimana sport tourism bisa diintegrasikan dengan potensi wisata yang kita miliki. Tak hanya olahraga, kegiatan ini juga dikemas dengan pertunjukan seni budaya untuk memperkaya pengalaman wisatawan,” terang Onny.

Sementara itu Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto yang hadir langsung dalam pembukaan acara menyampaikan bahwa ajang ini sangat berkontribusi dalam menarik kunjungan wisatawan, terutama di luar hari libur.

Ia optimistis kehadiran event berskala internasional seperti ini akan menggerakkan ekonomi lokal, khususnya sektor perhotelan dan UMKM.

“Kota Batu sudah dikenal sebagai destinasi wisata. Lewat kegiatan olahraga udara seperti ini, kami ingin menciptakan daya tarik tambahan agar wisatawan tetap berdatangan meskipun bukan akhir pekan,” ujar Heli.

Dari sisi teknis, Wakil Ketua Pengcab Paralayang Jatim, Mathur Husairi menyebutkan bahwa kejuaraan ini merupakan edisi ketiga yang digelar di Batu dalam skala internasional.

Ia menegaskan bahwa kategori yang dilombakan adalah ketepatan mendarat, salah satu cabang paralayang yang menantang dan penuh akurasi.

“Ini bukan hanya olahraga, tapi juga ujian konsistensi dan fokus. Gunung Banyak memang cocok untuk event seperti ini karena dari sisi topografi dan arah angin sangat mendukung,” ungkap Mathur.

Selama pelaksanaan BISTF 2025, pengunjung tidak hanya disuguhi pemandangan paralayang dari para atlet terbaik, namun juga akan disuguhi atraksi budaya dan pertunjukan dari pelaku seni lokal sebagai bagian dari pengemasan event yang mengedepankan pariwisata berkelanjutan.

Ajang ini juga menjadi ajang pemanasan bagi atlet nasional menjelang turnamen regional dan dunia, sekaligus media promosi efektif bagi Kota Batu sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. (***)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow