Pemkab Jember Libatkan Ratusan Pengurus OSIS Perangi Pernikahan Dini dan Stunting

Program ini bertujuan untuk membentuk Generasi Emas Jember yang sehat, cerdas, dan produktif di masa mendatang.

14 Nov 2025 - 09:30
Pemkab Jember Libatkan Ratusan Pengurus OSIS Perangi Pernikahan Dini dan Stunting
Kegiatan Sosialisasi Pencegahan dini di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. (Foto: Ulum/SJP)

JEMBER, SJP– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengambil langkah strategis dengan melibatkan ratusan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) setingkat SMA/SMK/MA dalam upaya masif pencegahan pernikahan dini dan stunting

Program ini bertujuan untuk membentuk Generasi Emas Jember yang sehat, cerdas, dan produktif di masa mendatang.

Sosialisasi yang bertajuk Pencegahan Pernikahan Dini dan Stunting untuk Pengurus OSIS tersebut digelar di Aula Dinas Pendidikan dan dihadiri oleh perwakilan pengurus OSIS dari 175 sekolah se-Kabupaten Jember. Pelajar diharapkan menjadi agen perubahan utama dalam penyebarluasan informasi ini.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, yang mewakili Bupati Jember, Gus Fawait, dalam sambutannya menekankan bahwa potensi besar generasi muda Jember sebagai pemimpin dan motor penggerak kemajuan terancam oleh dampak luas dari dua persoalan krusial tersebut.

“Generasi ini nantinya akan menjadi pemimpin, inovator, dan penggerak kemajuan di masa depan. Namun, potensi besar itu hanya bisa terwujud apabila anak-anak tumbuh dan berkembang secara sehat, cerdas, dan produktif,” ujar Edy Budi Susilo.

Menurut Edy, pernikahan dini tidak hanya sekadar masalah usia, tetapi juga berkaitan erat dengan kesiapan mental, fisik, dan sosial remaja. Remaja yang menikah pada usia muda dinilai belum siap memikul tanggung jawab sebagai orang tua, yang berpotensi fatal terhadap kesehatan ibu dan anak.

“Akibatnya, risiko kehamilan meningkat dan anak yang dilahirkan akan berisiko lebih besar mengalami stunting,” jelasnya.

Stunting didefinisikan sebagai kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan. Oleh karena itu, langkah pencegahan pernikahan dini juga berarti memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Meskipun data mencatat adanya tren penurunan angka pernikahan dini di Provinsi Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo menyayangkan bahwa kasus-kasus di lapangan masih ada dan menjadi keprihatinan bersama.

Edy Budi Susilo berharap para pelajar dapat memahami secara mendalam risiko pernikahan dini dan dampaknya pada masa depan mereka. Ia mendorong pengurus OSIS di setiap sekolah untuk menjadi garda terdepan dalam sosialisasi dan edukasi.

“Jadikanlah isu pencegahan pernikahan dini ini sebagai bagian dari program kerja OSIS kalian. Pengurus OSIS adalah influencer dan panutan di sekolah masing-masing,” tegasnya.

Dispora Jember menyerukan agar para pelajar memaksimalkan peran mereka sebagai motor penggerak perubahan dengan menciptakan kampanye kreatif di media sosial dan menyelenggarakan diskusi-diskusi positif di lingkungan sekolah serta komunitas.

“Saya ingin kalian bangga menjadi generasi emas Jember. Generasi yang sehat, berpendidikan tinggi, berakhlak mulia, serta mampu mengangkat nama baik daerah ini,” pungkas Edy. (***) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow