Bertahan di Tengah Kepungan Air, Nestapa Korban Banjir Gresik yang Enggan Mengungsi

Mereka memilih kondisi tersebut dengan alasan tidak ingin jauh-jauh dari rumah. Perangkat desa setempat menyediakan lokasi pengungsian di Balaidesa, namun warga memilih bertahan.

14 Nov 2025 - 15:00
Bertahan di Tengah Kepungan Air, Nestapa Korban Banjir Gresik yang Enggan Mengungsi
Suasana warga bertahan di pekarangan dekat rumah. (Foto: Anis/SJP)

GRESIK, SJP — Warga terdampak banjir akibat luapan anak Sungai Kali Lamong di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, memilih bertahan di pekarangan dekat rumah.

Kondisi tersebut salah satunya terjadi di Dusun Bibis, Desa Beton, Kecamatan Menganti, dengan sejumlah rumah warga tergenang banjir sampai ketinggian 60 persen.

Mereka memilih kondisi tersebut dengan alasan tidak ingin jauh-jauh dari rumah. Perangkat desa setempat menyediakan lokasi pengungsian di balai desa, namun warga memilih bertahan menempati bagian rumah yang tidak terendam banjir, menginap ke tetangga dengan bangunan lebih tinggi, atau mengungsi ke sanak saudara. 

"Kita mengungsi di bekas galangan itu. Darurat soalnya, ngungsi sudah dua hari" kata salah satu warga, Suwitno (45), Jumat (14/11/2025).

Suwitno mengaku, lebih senang mengungsi ditempat tersebut karena dekat dengan rumah sendiri.

Ia bersama keluarga menyebut jarak kedekatan dengan rumah menjadi pilihan untuk bertahan. Di bekas galangan itu, ia bertahan bersama tiga kepala keluarga lainnya sejak banjir terjadi di tiga hari terakhir. 

Rumah mereka terendam banjir sampai ketinggian 60 persen sehingga tidak menungkin lagi untuk ditempati. Lanjut Suwitno, aktivitas sebagai petani pun terkendala lantaran ikut tergenang banjir. 

Sehari-hari mereka mengandalkan makan minum memasak seadanya. "Sehari-hari makan seadanya, kalau ada yang memberikan ya dimakan. Kalau tidak ada ya masak sendiri seperti mie instan," jelasnya. 

Sementara itu, Camat Menganti Bagus Arif Jauhari, berharap cuaca segera cerah agar aliran Sungai Kalilamong kembali normal.

Ia juga membenarkan bahwa tidak banyak warga yang mau untuk dievakuasi lantaran lebih nyaman dirumah. "Tapi memang rata-rata enggak mau dievakuasi, masih tetap bertahan di rumah," pungkasnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow