Berbicara Pendidikan Karakter dalam Kurikulum Merdeka, Ini Kata Bupati Ponorogo

Pendidikan sejatinya adalah upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti pikiran, dan tubuh anak yang harus melibatkan unsur keluarga, sekolah, dan lingkungan.

19 Nov 2023 - 01:30
Berbicara Pendidikan Karakter dalam Kurikulum Merdeka, Ini Kata Bupati Ponorogo
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, saat memberikan sambutan dalam workshop bertema Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus di Hall Hotel Maesa, Sabtu (18/11/2023) (Foto : Kominfo Ponorogo)

Kabupaten Ponorogo, SJP - Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko satu pendapat dengan anggota Komisi II DPR RI Johan Budi Sapto Pribowo ketika berbicara tentang Kurikulum Merdeka.

Yakni, pendidikan karakter harus mendapatkan porsi lebih besar sehingga peserta didik mampu memahami, membentuk, dan memupuk nilai-nilai etika secara keseluruhan.

"Tidak ada satupun kurikulum pendidikan di Indonesia yang jelek. Kurikulum Merdeka itu juga bagus, tapi penguatan karakter tetap menjadi hal terpenting," kata Kang Bupati, sapaan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

Kang Bupati sepanggung dengan Johan Budi dalam dalam workshop bertema Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus di Hall Hotel Maesa, Sabtu (18/11/2023) kemarin.

Kata Kang Bupati, pendidikan sejatinya adalah upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti pikiran, dan tubuh anak. Pun, pendidikan harus melibatkan unsur keluarga, sekolah, dan lingkungan.

"Kalau tanpa melibatkan tiga unsur itu dalam satu gerak nafas dan barisan membentuk karakter, maka kurikulum pendidikan apapun tidak akan berhasil," jelasnya.

Sementara itu, Johan Budi menegaskan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka akan menuntut kreativitas guru dalam memperkuat karakter dan moral siswa. Arah pembelajaran di kelas menjadi bermakna, efektif, dan menyenangkan.

"Kurikulum merdeka ini sesuai dengan semangat zamannya. Pendidikan karakter harus menempati porsi yang lebih besar," tegas Johan Budi yang menjadi keynote speaker dalam workshop itu.

Dia merasa prihatin terhadap sejumlah peristiwa yang menandakan merosotnya nilai karakter pelajar. Seperti siswa SMP yang membunuh temannya sendiri. Bahkan, ada siswa yang tega membacok gurunya.

Dengan pendidikan karakter yang baik, maka akan membuat peserta didik mampu dalam menghadapi masalah dengan baik, sehingga mengerti hal benar dan salah.

"Karakter adalah cerminan diri setiap manusia. Karakter yang positif akan menghasilkan sikap yang baik, begitupun sebaliknya," ungkapnya, dikutip suarajatimpost,com dari laman resmi Kominfo Ponorogo.

Menurut Johan Budi, karakter memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Tatkala seseorang sudah kehilangan karakter, maka tak ubahnya kehilangan kepribadian. Tidak ada lagi nilai budi pekeri sehingga cenderung berperilaku menyimpang.

"Pendidikan karakter sangat penting untuk menghasilkan peserta didik yang cerdas dan berkarakter sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan zaman," ujarnya.

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum terbaru yang tengah disosialisasikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Belum menjadi kurikulum nasional, kurikulum ini awalnya merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Darurat. Kemdikbudristek memproyeksi bahwa Kurikulum Merdeka akan menjadi kurikulum nasional pada tahun 2024 mendatang. (**)

Editor : Rizqi Ardian
Sumber : Kominfo Ponorogo

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow