Mengapa Tidur Menjelang Magrib Dianggap Pamali? Ini Alasannya

Tidur saat Magrib dianggap pamali karena bertentangan dengan waktu ibadah, diyakini mengundang gangguan makhluk halus, menurunkan semangat, mengganggu kesehatan, dan dikaitkan dengan mimpi buruk serta energi negatif.

24 May 2025 - 12:02
Mengapa Tidur Menjelang Magrib Dianggap Pamali? Ini Alasannya
Ilustrasi orang tidur. (Foto: Freepik)

SUARAJATIMPOST.COM—Tidur di waktu Magrib atau menjelang malam sering dianggap sebagai hal yang tidak pantas atau "pamali" dalam kebudayaan Indonesia, khususnya di kalangan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan adat.

Istilah pamali sendiri merujuk pada larangan tidak tertulis berdasarkan norma budaya atau keyakinan tertentu yang diwariskan turun-temurun. Ada beberapa latar belakang yang membuat kebiasaan tidur di waktu ini dianggap kurang baik:

1. Pandangan dalam Islam

Magrib merupakan waktu salat yang sangat penting bagi umat Islam. Saat ini adalah waktu di mana umat Muslim diwajibkan melaksanakan salat Magrib, salah satu dari lima salat harian yang tidak boleh ditinggalkan.

Karena itu, tidur pada saat Magrib bisa membuat seseorang lalai terhadap kewajiban ibadahnya. Islam juga sangat menganjurkan umatnya untuk menjaga waktu salat dan tidak menundanya, terutama di awal waktu.

2. Nilai-Nilai Budaya Lokal

Dalam berbagai tradisi lokal, Magrib dianggap sebagai waktu transisi dari siang ke malam yang sarat dengan nilai spiritual. Tidur pada saat ini sering dipandang sebagai bentuk ketidaksopanan terhadap waktu yang dianggap sakral.

Orang tua zaman dulu biasanya melarang anak-anak tidur di waktu Magrib karena dinilai tidak sesuai dengan norma kesopanan dan bisa membawa dampak buruk secara sosial maupun spiritual.

3. Kepercayaan Mistis dan Energi Gaib

Di berbagai kepercayaan tradisional, waktu Magrib diyakini sebagai saat ketika alam gaib mulai aktif. Diyakini bahwa makhluk halus seperti jin atau roh-roh gentayangan mulai berkeliaran pada waktu tersebut. Orang yang sedang tertidur diyakini lebih rentan terhadap pengaruh buruk dari entitas tak kasat mata itu.

Oleh karena itu, banyak keluarga melarang anak-anak untuk tidur pada waktu Magrib demi menjaga diri dari gangguan yang tak terlihat.

4. Dampak Fisik dan Kesehatan

Meski tidak semua pandangan ini didukung oleh penelitian ilmiah, sebagian masyarakat percaya bahwa tidur saat Magrib bisa menyebabkan tubuh terasa lesu atau mudah sakit. Tidur terlalu awal bisa mengacaukan ritme sirkadian atau pola tidur alami seseorang.

Akibatnya, ketika terbangun, tubuh justru merasa tidak segar. Tidur di waktu ini juga dipercaya membuat seseorang lebih mudah terserang flu atau gangguan pernapasan karena suhu udara yang mulai menurun.

5. Dapat Menurunkan Semangat dan Etos Kerja

Tidur menjelang malam sering dikaitkan dengan penurunan motivasi. Banyak orang percaya bahwa kebiasaan tidur pada waktu Magrib bisa mengikis semangat dan menurunkan keinginan untuk beraktivitas.

Seseorang yang sering tidur di waktu ini mungkin akan merasa malas atau tidak antusias menjalani hari, terutama keesokan paginya.

6. Sering Dikaitkan dengan Mimpi yang Mengganggu

Ada pula kepercayaan bahwa tidur saat Magrib bisa menyebabkan mimpi yang tidak menyenangkan. Dalam beberapa budaya, waktu ini dianggap memiliki suasana yang berbeda secara spiritual, sehingga tidur di saat tersebut diyakini bisa membuka peluang terjadinya mimpi buruk.

Meskipun belum ada penjelasan ilmiah yang kuat, pengalaman subjektif banyak orang yang merasa gelisah atau bermimpi buruk setelah tidur di waktu Magrib membuat mitos ini terus bertahan dan dipercaya oleh sebagian masyarakat.

Larangan tidur saat Magrib memang berakar pada gabungan antara ajaran agama, tradisi budaya, dan kepercayaan mistis. Meski sebagian alasan mungkin bersifat mitologis, banyak yang masih menjaga larangan ini karena diyakini memiliki nilai kebaikan tersendiri.

Dengan memahami alasan-alasan tersebut, kita bisa lebih menghargai nilai-nilai budaya dan spiritual yang berkembang di tengah masyarakat. (**)

Editor: Ali Wafa

Sumber: Dari berbagai sumber 

 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow