Belajar Menghindari Serangan Strok dari Legenda Penyanyi Dangdut Hamdan ATT
Di pengujung hayatnya, Hamdan ATT sempat berjuang melawan stroke dan pecah pembuluh darah di otak pada tahun 2017. Meski sempat kritis, Hamdan berhasil melewati kondisi tersebut.
SUARAJATIMPOST.COM - Strok adalah kondisi medis serius yang dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian, seperti yang dialami penyanyi dangdut senior Hamdan ATT yang meninggal dunia pada Selasa (1/7/2025) akibat strok berulang dan komplikasi kesehatan lainnya.
Hamdan ATT merupakan salah seorang penyanyi dangdut legendaris, yang melejit di tahun 80-an. Salah satu hits yang paling diingat sepanjang masa adalah lagu berjudul "Termiskin di Dunia" yang dirilis di tahun 1980.
Pemilik nama lengkap Hamdan Attamimi tersebut lahir pada 27 Januari 1949 di Aru, Maluku. Dirinya memulai karier sejak tahun 1964 dengan membentuk band yang terinspirasi dari grup band The Shadow asal Inggris.
Di tahun 1968, Hamdan ATT bergabung dengan band Nada Buana dan tampil di TVRI sejak kepulangannya dari Ambon. Lalu Hamdan berfokus pada kuliahnya pada 1969 hingga lulus pada 1975.
Setelah merampungkan kuliahnya, Hamdan memutuskan fokus meniti karir di jalur musik dangdut dengan sederet hits telah ditelurkannya. Sebut saja "Dingin", "Bekas Pacar", "Sakit Hati", "Emas Jadi Tembaga", "Mabuk Judi", hingga mega hits "Termiskin di Dunia".
Sederet penghargaan diberikan kepada Hamdan ATT atas dedikasinya di musik dangdut. Di antaranya penghargaan lifetime achievement dari Indonesia Dangdut Awards 2021.
Riwayat kesehatan
Di pengujung hayatnya, Hamdan ATT sempat berjuang melawan stroke dan pecah pembuluh darah di otak pada tahun 2017. Meski sempat kritis, Hamdan berhasil melewati kondisi tersebut.
Tahun 2021 Hamdan kembali mendapat serangan stroke, hingga dipasang selang di otak untuk mengeluarkan cairan berlebih. Bahkan pada Desember 2022, terjadi lagi pendarahan di otak hingga Hamdan harus menjalani operasi dan dirawat di ICU.
Cara Menghindari Serangan Strok
Menurut World Health Organization (WHO), hingga 8 persen kasus strok dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup dan pengelolaan faktor risiko. Berikut ini delapan cara efektif untuk menghindari serangan strok, yang dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
1. Kontrol tekanan darah
Hipertensi adalah penyebab utama strok karena tekanan darah tinggi merusak pembuluh darah, meningkatkan risiko penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak.
Untuk mencegahnya, periksalah tekanan darah secara rutin dengan target di bawah 120/80 mmHg, konsumsi makanan rendah garam, kelola stres dengan baik, dan minum obat jika diresepkan dokter.
2. Jaga pola makan sehat
Pola makan yang buruk, seperti konsumsi lemak jenuh dan gula berlebih, dapat memicu kolesterol tinggi dan obesitas yang meningkatkan risiko strok. Terapkan pola makan sehat dengan diet DASH, perbanyak sayur, buah, biji-bijian, ikan, dan produk susu rendah lemak, serta batasi makanan olahan, gorengan, dan garam hingga kurang dari 2.300 mg per hari.
3. Lakukan olahraga secara rutin
Aktivitas fisik membantu menjaga berat badan, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan kesehatan jantung. Usahakan berolahraga ringan hingga sedang selama 150 menit per minggu, seperti berjalan cepat, berenang, bersepeda, atau olahraga padel secara konsisten.
4. Berhenti merokok
Merokok merusak pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, dan mempercepat pembentukan gumpalan darah yang memicu strok. Berhenti merokok dapat menurunkan risiko strok hingga 50 persen dalam beberapa tahun, sehingga disarankan untuk mencari dukungan melalui konseling, kelompok pendukung, atau terapi pengganti nikotin, serta menghindari asap rokok pasif.
5. Batasi konsumsi alkohol
Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu strok hemoragik. Batasi konsumsi alkohol maksimal satu gelas per hari untuk wanita dan dua gelas untuk pria, atau gantilah dengan air putih, teh herbal, atau jus segar jika ingin lebih aman bagi kesehatan.
6. Kelola diabetes
Kadar gula darah tinggi akibat diabetes dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko strok. Pantau gula darah secara rutin, ikuti diet rendah gula, konsumsi obat atau insulin sesuai anjuran dokter, serta jaga berat badan agar tetap ideal.
7. Pantau kolesterol
Kolesterol tinggi menyebabkan penumpukan plak di arteri yang dapat menyumbat aliran darah ke otak. Usahakan kadar kolesterol LDL di bawah 100 mg/dL dengan mengurangi lemak jenuh dan trans dari makanan cepat saji, serta menambah asupan lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, dan ikan berlemak seperti salmon.
8. Kelola stres dan jaga kesehatan mental
Stres kronis dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu kebiasaan tidak sehat seperti makan berlebihan atau merokok. Lakukan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam, luangkan waktu untuk hobi, tidur cukup 7-9 jam per malam, dan cari dukungan sosial dari keluarga atau teman.
Mencegah strok tidak hanya tentang menghindari penyakit, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas hidup. Dengan mengontrol tekanan darah, menjaga pola makan, berolahraga, dan mengelola stres, risiko strok dapat berkurang secara signifikan.
Mulailah dari langkah kecil, seperti mengurangi garam atau berjalan 30 menit setiap hari, dan konsultasikan dengan dokter untuk pemeriksaan rutin. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Sumber : Berbagai sumber
What's Your Reaction?

