Baru Terealisasi di Satu Desa, BPBD Gresik Targetkan Bentuk 158 Destana Tahun ini
Masyarakat diharapkan selalu siap ketika terjadi darurat kebencanaan. Yakni dengan melakukan pencegahan mitigasi dini secara mandiri sebelum hadirnya petugas BPBD.
GRESIK, SJP — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik mulai membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) guna mengantisipasi potensi ancaman bencana tahun ini, Senin (5/5/2025).
Desa Banjarsari, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, ditetapkan sebagai Destana. Perangkat desa dan sejumlah warga Desa Banjarsari hadir dan mengikuti pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana.
"Ini tahun pertama, sekitar 158 desa tahun ini harus tersentuh Destana," ucap Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang, Senin (5/5/2025).
Pria yang karib dipanggil Miko itu menyampaikan, tujuan pembentukan Destana yaitu untuk menyiapkan masyarakat agar selalu waspada apabila terjadi bencana di wilayahnya.
Masyarakat diharapkan selalu siap ketika terjadi darurat kebencanaan. Yakni dengan melakukan pencegahan mitigasi dini secara mandiri sebelum hadirnya petugas BPBD.
"Harapannya, masyarakat bisa melakukan pencegahan dan mitigasi . Seperti penanganan dan evakuasi awal darurat bencana," jelasnya.
Menurut Miko, di Kabupaten Gresik ada beberapa kawasan rawan bencana. Seperti banjir tahunan, angin puting beliung, dan gempa bumi.
"Gempa sering di wilayah Tuban yang berdampak ke Pulau Bawean. Rawan juga di wilayah darat. Karena sebelumnya juga terdeteksi titik gempa di Mengare. Tetapi magnitudonya kecil," pungkasnya. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

