Baru Selesai Dibangun, TPT di Desa Ngepung Nganjuk Ambrol

Kejadian ini menimbulkan kekecewaan di kalangan warga dan memicu pertanyaan mengenai kualitas pengerjaan proyek tersebut

27 Nov 2025 - 22:38
Baru Selesai Dibangun, TPT di Desa Ngepung Nganjuk Ambrol
Suyoto (50) Ketua RT/RW 003/004 Desa Ngepung saat dilokasi (foto: kuswanto/SJP)

NGANJUK, SJP - Proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo Kabupaten Nganjuk, yang didanai oleh dana desa tahun 2025 sebesar Rp93.195.000, ambrol. Kejadian ini menimbulkan kekecewaan di kalangan warga dan memicu pertanyaan mengenai kualitas pengerjaan proyek tersebut.

Menurut keterangan Suyoto (50) Ketua RT 3 RW 4 Desa Ngepung saat ditemui di lokasi mengatakan, TPT yang baru saja selesai dikerjakan tanggal 13 Oktober hingga 29 Oktober 2025 itu, ambrol setelah diguyur hujan deras. 

"Padahal baru selesai dibangun 15 hari lalu. Tapi karena hujan deras, langsung ambrol," kata Suyoto, Kamis (27/11/2025).

Menurut Suyoto, waktu selesai dikerjakan, bangunan ini tidak bisa menahan air, akhirnya ambrol, dan hingga hari ini belum diperbaiki.

Ambrolnya TPT ini Kata Suyoto, diduga disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya, material yang digunakan dalam pembangunan TPT diduga tidak memenuhi standar kualitas.

"Kami berharap pemerintah desa segera memperbaiki TPT ini, karena sangat penting untuk mencegah banjir," ujarnya. 

Menanggapi hal itu, Pemerintah Desa Ngepung, melalui diwakili Kasi Kesejahteraan Desa, Brili, saat ditemui di ruang kerjanya membenarkan jika ambrolnya TPT tersebut karena faktor hujan deras, pasca baru selesai dikerjakan. Brili mengatakan, pekerjaan tersebut menyebut nama petugas inspektorat sebagai konsultan pekerjaan.

"Pekerjaan tersebut langsung di-handle inspektorat atas nama Anas Nasrullah, untuk pendamping Desa tidak ada," jawab Brili. 

Lebih lanjut, Brili menyatakan, setelah pekerjaan tersebut ambrol, pihaknya disuruh membuat berita acara, menunggu debit airnya reda langsung diperbaiki. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan inspektorat terkait kejadian ini, dan disuruh melampirkan berita acara, setelah debit airnya susut disuruh memperbaiki," jelasnya.

Sementara itu, Anas Nasrullah yang juga auditor pelaksana Inspektorat dihubungi melalui WhatsApp menjelaskan, pihaknya sebagai auditor desa, tidak ada hubungannya dengan konsultan yang disampaikan oleh perangkat Desa Ngepung.

"Salah kamar mas, saya bukan konsultan, apalagi tidak ada hubungannya dengan TPT. Tapi memang saya pernah ke Desa Ngepung, dalam rangka audit desa," dalihnya.

Menurut Anas, pihaknya selalu mengingatkan, kalau dirinya masuk di desa hanya sebagai auditor. Bahkan, dirinya menyebut jika perangkat desa salah penyampaian. 

"Kami sampaikan, tugas kami hanya audit, tapi kalau saya dikaitkan, itu tidak benar, ya nanti kalau saya ke desa kita audit pekerjaannya, apakah sesuatu dengan RAB, karena kalau tak pelajari, pekerjaan TPT apakah menggunakan bahan sesuai spesifikasi," kata Anas. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow