Penurunan Drastis Kunjungan Wisman ke Kota Batu, Jeblok Lebih dari 50 Persen
Data Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatat, hingga akhir tahun berjalan, wisman yang masuk ke kota pegunungan ini hanya mencapai 8.892 orang. Angka ini terpaut jauh dari capaian tahun 2024 yang sukses membukukan 19.462 wisman.
KOTA BATU, SJP Sektor pariwisata Kota Batu menghadapi tantangan serius menyusul anjloknya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) hingga lebih dari 50 persen sepanjang tahun 2025.
Data Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatat, hingga akhir tahun berjalan, wisman yang masuk ke kota pegunungan ini hanya mencapai 8.892 orang. Angka ini terpaut jauh dari capaian tahun 2024 yang sukses membukukan 19.462 wisman.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, menjelaskan bahwa penurunan tajam ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah, meskipun Kota Batu tetap memiliki daya tarik yang stabil bagi turis asing.
Onny memaparkan rincian dominasi pasar wisman dalam konferensi pers pada Rabu (26/11/2025). Wisatawan asal Malaysia masih memimpin sebagai kontributor terbesar dengan total 4.515 orang, mencakup 44,51 persen dari total keseluruhan.
Setelah Malaysia, pasar utama wisman berasal dari Eropa dan kawasan ASEAN lainnya, meliputi: Belanda sebanyak 1.361 orang; Singapura 1.028 orang; Arab Saudi:** 491 orang dan Negara ASEAN lainnya sebanyak 365 orang.
"Selain itu, kontribusi wisatawan Eropa cukup stabil, dengan Perancis mencatat 344 wisatawan, diikuti negara-negara Eropa lainnya sebanyak 236 orang. Amerika Serikat menyumbang 284 wisatawan, Thailand 185 orang, dan Tiongkok 183 wisatawan," urai Onny.
Meski angka wisman jeblok, sektor pariwisata domestik tetap menjadi penyelamat dan tulang punggung Kota Batu. Hingga Oktober 2025, total wisatawan domestik tercatat mencapai 4.210.530 orang.
Kontributor terbesar dari wisatawan nusantara didominasi oleh provinsi-provinsi di Pulau Jawa: Jawa Tengah teecatat sebanyak 103.536 wisatawan; DKI Jakarta:** 77.483 wisatawan; Jawa Barat 67.578 wisatawan dan DI Yogyakarta sebanyak 35.289 wisatawan.
Secara keseluruhan, total kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara hingga 17 November 2025 telah mencapai 4.607.546 orang.
Dalam upaya mengejar ketertinggalan dan menyusun strategi yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan minat wisatawan asing, Disparta Kota Batu mulai menerapkan teknologi baru. Sejak November 2025, dinas tersebut resmi menggunakan sistem Mobile Data Positioning (MDP).
"Sistem ini membantu menghitung kunjungan wisatawan secara lebih akurat melalui deteksi mobilitas perangkat telekomunikasi, tidak lagi hanya mengandalkan metode manual yang selama ini dinilai kurang presisi," kata Onny.
Ia menegaskan bahwa data MDP yang digunakan telah melewati proses pembersihan dari pergerakan warga lokal atau Aparatur Sipil Negara (ASN) agar benar-benar merefleksikan jumlah wisatawan murni.
Penerapan MDP diharapkan menjadi landasan strategis bagi pemerintah Kota Batu untuk menganalisis dan memulihkan kembali performa kunjungan wisman di masa mendatang. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

