Banyak Cabor di Kota Kediri Berpotensi Jadi Pendorong Sport Tourism
Banyak cabang olahraga di bawah naungan KONI Kota Kediri yang bisa dikembangkan menjadi pendorong sport tourism. Mulai olahraga beladiri seperti taekwondo dan wushu, yang memiliki banyak atlet dan pegiat sampai olahraga beregu seperti sepakbola dan futsal.
KEDIRI, SJP - Banyak cabang olahraga di bawah naungan KONI Kota Kediri yang bisa dikembangkan menjadi pendorong sport tourism. Mulai olahraga beladiri seperti taekwondo dan wushu, yang memiliki banyak atlet dan pegiat sampai olahraga beregu seperti sepakbola dan futsal.
"Dari 57 cabang olahraga sekitar 30 cabang olahraga itu bisa menjadi sumber sport tourism," tutur Ketua KONI Kota Kediri Eko Agus Koko, Jumat (1/5/2026).
Konsep sport tourism, yang menggabungkan olahraga dan pariwisata, bisa diwujudkan melalui penyelenggaraan kejuaraan olahraga dengan skala minimal tingkat provinsi hingga nasional. Konsep itu dirancang untuk menggerakkan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing olahraga suatu daerah di tingkat provinsi hingga nasional.
Potensi untuk mengembangkan sport tourism di Kota Kediri terbuka lebar, setelah KONI Kota Kediri mendapatkan tawaran dari KONI Jawa Timur untuk menjadi tuan rumah Porprov Jatim 2029 nanti.
Peluang, kebutuhan, serta potensi sport tourism yang tercipta ketika menjadi tuan rumah Porprov Jatim 2029, dipaparkan KONI Kota Kediri dalam Focus Group Discussion (FGD) Sport Tourism bertajuk Sinergi Prestasi Olahraga dan Sport Tourism untuk Daya Saing Kota Kediri, Kamis (30/5/2026).
Dalam FGD itu, KONI Kota Kediri memaparkan konsep yang bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu sport, stay, dan spend. Peserta datang untuk bertanding (sport), kemudian tinggal selama beberapa hari (stay), dan pada akhirnya melakukan aktivitas ekonomi seperti belanja dan konsumsi (spend). Ketiga pilar ini diharapkan mampu menciptakan efek berantai bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam paparan tersebut, jika Kota Kediri menjadi tuan rumah, perhelatan multi event itu akan diikuti sekitar 8.500 atlet, pelatih, dan official, serta melibatkan sekitar 350 event. Dengan rata-rata durasi kegiatan selama lima hari, aktivitas ini mendorong berbagai sektor ekonomi bergerak secara bersamaan, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga belanja masyarakat.
Dari hasil perhitungan, total pengeluaran langsung yang terjadi selama pelaksanaan Porprov diperkirakan mencapai Rp58,72 miliar. Dari sisi operasional, anggaran penyelenggaraan event diperkirakan mencapai Rp20 miliar, yang mencakup berbagai kebutuhan teknis dan pendukung kegiatan.
Selain itu, kehadiran sekitar 20 ribu pengunjung non-lokal turut menyumbang perputaran ekonomi sekitar Rp6 miliar, dengan rata-rata pengeluaran Rp300 ribu per orang. Sektor logistik dan transportasi barang juga ikut terdampak dengan nilai sekitar Rp1,6 miliar.
Jika memperhitungkan efek berganda (multiplier effect) dengan nilai moderat sebesar 2,5 kali, maka total dampak ekonomi yang dihasilkan dari Porprov di Kota Kediri diperkirakan mencapai Rp146,8 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan dalam event tersebut mampu memicu perputaran ekonomi yang lebih besar di masyarakat
"KONI Kota Kediri beberapa waktu lalu, sowan ke KONI Jatim dan akhirnya kita diminta mengambil (kesempatan) menjadi tuan rumah Porprov. Ini juga sesuai dengan program dari Pemkot Kediri yakni sport turisme. Akhirnya KONI Kota Kediri mengadakan FGD, forum diskusi bersama," ujar Koko, sapaan Ketua KONI Kota Kediri.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan visi yang besar menjadi tuan rumah Porprov 2029 harus disiapkan dan dimatangkan sejak saat ini.
Mbak Wali, sapaan akrab, Wali Kota Kediri, mengungkapkan perlu dipastikan kesiapan infrastruktur, aksesibilitas transportasi, akomodasi, pelayanan publik dan kemampuan anggaran.
"Selain itu, penting bagi kita untuk membangun kolaborasi antar minta sektor, baik antar pemerintah, pelaku usaha, komunitas olahraga, serta masyarakat.
Karena dengan sinergi yang kuat, kita dapat menciptakan pengalaman yang berkesan bagi para atlet maupun keluarganya, ofisial maupun nantinya wisatawan yang hadir," tegasnya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

