Bantu Petani Stabilkan Harga Beras, Mas Dhito Bangun Kerja Sama dengan Pemprov DKI Jakarta

Kerjas sama antardaerah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara perusahaan daerah PT Food Station Tjipinang Jaya (perseroda) dengan BUMD Canda Birawa dan kelompok tani Kabupaten Kediri.

25 Apr 2025 - 10:03
Bantu Petani Stabilkan Harga Beras, Mas Dhito Bangun Kerja Sama dengan Pemprov DKI Jakarta
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, saat meninjau langsung proses panen padi di Kecamatan Purwoasri. (Foto: Prokopim Pemkab Kediri for SJP)

KEDIRI, SJP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri membangun perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam pendistribusian komoditas hasil pertanian. Utamanya beras.

Kerjas sama antardaerah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara perusahaan daerah PT Food Station Tjipinang Jaya (perseroda) dengan BUMD Canda Birawa dan kelompok tani Kabupaten Kediri.

Dilaksanakan di Desa Mekikis, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, penandatanganan kerja sama ini berbarengan dengan acara panen bersama contract farming 2025 sekaligus tanam padi serentak pada Rabu (23/4/2025) pagi.

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana menyebut, komoditas beras di Kabupaten Kediri setiap tahun surplus. Pada bulan Maret 2025, tercatat surplus 79 ribu ton. PT Food Station Tjipinang Jaya setiap bulannya memiliki kebutuhan beras 82.000 ton.

Untuk mencukupi kebutuhan pangan tersebut, badan usaha milik Pemprov DKI Jakarta melakukan kerja sama dengan daerah produsen beras di Jawa Timur. Salah satunya Kabupaten Kediri.

“Tentunya (dengan kerja sama ini) di saat musim panen harga beras tidak stabil, harapan kami (hasil panen) teman-teman petani tetap bisa diserap oleh PT Food Station Tjipinang Jaya,” ucap bupati yang akrab dipanggil Mas Dhito itu.

Mengawali kerja sama tersebut, dilakukan pengiriman beras PK1 sebanyak 40 ton seharga Rp10.800 per kilogram. Kepastian harga dan kebutuhan beras yang harus dipenuhi PT Food Station Tjipinang setiap bulannya, diharapkan dapat lebih memacu semangat petani padi di Kabupaten Kediri.

“Sekarang tuntutannya kita kembalikan ke petani untuk bisa meningkatkan produksi panennya, supaya kesejahteraan mereka bisa meningkat,” ungkap Mas Dhito.

Dalam memenuhi kebutuhan beras tersebut, PT Food Station Tjipinang meminta mitra yang melakukan pembelian gabah kering dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram atau sama dengan harga yang dibeli oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Karyawan Gunarso menyampaikan, pada tahun 2025 ini melalui program contract farming, pihaknya melakukan kerja sama di Kabupaten Kediri untuk komoditas padi seluas 500 hektare.

“Ini seluruh panennya kami beli. Terkait dengan harga, kami pasti memberikan harga terbaik,” ujarnya.

Kerja sama untuk komoditas padi tersebut, ditegaskan Gunarso, menjadi titik awal dan tidak menutup kemungkinan akan berkembang ke komoditas lain. Seperti cabai, maupun buah nanas.

“Kerja sama ini harus berkelanjutan. Kalau tahun ini (untuk padi) 500 hektare, tahun depan harus naik,” tandasnya.

Terjalinnya kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta melalui PT Food Station Tjipinang menjadi angin segar bagi para petani. Khususnya di Kecamatan Purwoasri yang menjadi salah satu lumbung padi di Kabupaten Kediri.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Maju Satu Pandansari, Sutrimo, mewakili petani di Kecamatan Purwoasri menyebut, salah satu persoalan petani selama ini yakni anjloknya harga saat musim panen.

“Dengan kerja sama ini, petani sangat senang sekali. Kami sangat berterima kasih dengan Mas Dhito yang selalu membela petani,” ungkapnya. (adv)

Editor: Ali Wafa 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow