Bank Jatim Optimistis Tumbuh Lebih Cepat pada 2025, Direksi Kompak Borong Jutaan Lembar Saham
Menghadapi kompetisi yang semakin ketat di industri keuangan, perusahaan terus beradaptasi untuk tetap relevan dengan kebutuhan nasabah dan pemangku kepentingan.
SURABAYA, SJP – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menunjukkan optimisme tinggi terhadap prospek bisnis keuangan pada 2025, Senin (3/3/2025).
Keyakinan ini dibuktikan dengan aksi seluruh direksi yang membeli saham perseroan, mencerminkan rasa memiliki dan keyakinan terhadap masa depan perusahaan.
Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, menegaskan bahwa peningkatan bisnis secara eksponensial akan dicapai melalui berbagai langkah strategis dalam Kelompok Usaha Bank (KUB).
Menurut Busrul, Bank Jatim terus berusaha memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
"Sebagai emiten dengan kode BJTM, kami berkomitmen untuk memberikan nilai tambah, baik melalui peningkatan kapasitas bisnis secara linier maupun eksponensial," ujar Busrul.
Ia juga menambahkan bahwa dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat di industri keuangan, perusahaan terus beradaptasi untuk tetap relevan dengan kebutuhan nasabah dan pemangku kepentingan.
Sebagai bukti keyakinan terhadap prospek perusahaan, seluruh direksi Bank Jatim membeli saham perseroan sebanyak 1.439.000 lembar.
"Kami optimistis prospek bisnis pada 2025 akan sangat baik. Bank Jatim akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor," cetus Busrul.
Menuruthya, langkah pembelian saham oleh direksi juga mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus mendongkrak kinerja.
Dalam konteks ini, sambungnya Bank Jatim memasuki fase kedua dari rencana strategis mereka, yaitu percepatan pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti, ekspansi segmen kredit komersial, serta memperkuat sinergi dengan Grup Bank Pembangunan Daerah (BPD).
"Bank Jatim juga berhasil menjadi pionir dalam implementasi aksi korporasi dalam KUB antar BPD," cetusnya.
Busrul melanjutkan fokus tahun ini, Bank Jatim melakukan sinergi dan peningkatan bisnis aksi korporasi KUB tersebut mencakup sinergi dalam tiga aspek utama di antaranya;
• Aspek Permodalan
Bank Jatim berfungsi sebagai mitra strategis bersama Pemerintah Daerah setempat untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas BPD anggota KUB.
• Aspek Bisnis dan Keuangan
Tujuan utamanya adalah untuk menyinergikan kebutuhan dan menciptakan peluang baru, baik dalam bentuk B2B maupun government to business.
• Aspek Pendukung Lainnya
Penguatan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG), peningkatan kapasitas sumber daya manusia (human capital), budaya perusahaan, serta transfer teknologi dan informasi.
Tentunya, Bank Jatim berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah setempat dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas BPD anggota KUB.
Busrul menegaskan bahwa dividen yang dibagikan oleh Bank Jatim, dengan rasio dividen payout rata-rata sebesar 58% dan dividen yield sebesar 11 persen mencerminkan kontribusi perusahaan terhadap perekonomian nasional.
Tak hanya itu, kata Busrul, Bank Jatim juga berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan, dengan fokus pada sektor-sektor seperti pendidikan, kesehatan, kebudayaan, dan sosial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Keberlanjutan kinerja positif perusahaan, sebutnya Bank Jatim juga tercatat dalam indeks saham ESG (Environmental, Social, Governance) SRIKEHATI, dengan kategori penerapan ESG "Risiko Sedang," yang dikeluarkan oleh ESG Sustainalytics Rating.
Busrul menegaskan dengan rencana bisnis yang komprehensif, Bank Jatim memulai fase kedua dalam perjalanan strategis mereka, yakni mempercepat pertumbuhan dengan fokus pada penguatan proses bisnis inti, ekspansi kredit komersial, dan memperkuat sinergi dengan Grup BPD.
“Dengan berbagai pencapaian yang telah diraih, kami yakin kinerja Bank Jatim akan tetap solid meskipun dalam kondisi ekonomi yang fluktuatif," pungkas Busrul. (***)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

