Ringankan Beban Operasional, Pemkot Batu Beri Subsidi Listrik Rumah Ibadah
Pemerintah Kota Batu mengalokasikan anggaran Rp582 juta dalam APBD 2026 untuk subsidi listrik bagi 856 rumah ibadah. Bantuan diberikan secara triwulanan, berbasis data, dan ditransfer langsung guna menjamin akuntabilitas serta mendukung kegiatan sosial dan keagamaan.
KOTA BATU, SJP – Pemerintah Kota Batu mulai 2026 menerapkan kebijakan subsidi listrik bagi rumah ibadah dengan skema anggaran terukur dan berbasis data. Melalui APBD tahun 2026, Pemkot Batu mengalokasikan dana sebesar Rp582 juta untuk menekan beban biaya operasional 856 rumah ibadah yang tersebar di seluruh wilayah kota.
Kepala Bagian Kesra Setda Kota Batu Bambang Hari Suliyan pada Sabtu (31/1/2026) menjelaskan, kebijakan ini menjadi instrumen fiskal baru dalam pengelolaan belanja sosial daerah. Bantuan diberikan dengan nominal tetap dan pencairan triwulanan, serta ditransfer langsung ke rekening masing-masing rumah ibadah guna memastikan akuntabilitas dan meminimalkan potensi penyimpangan.
"Skema ini dirancang agar tepat sasaran dan mudah diaudit. Untuk masjid dan gereja, subsidi ditetapkan Rp100 ribu per periode pencairan, sedangkan musala menerima Rp50 ribu. Sementara pura dan vihara mendapatkan besaran bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan serta daya listrik yang digunakan," urainya.
Lebih lanjut, data Bagian Kesra mencatat, penerima subsidi meliputi 652 masjid, 197 musala, 39 gereja Protestan, 13 gereja Katolik dan kapel, 5 pura, serta 4 vihara.
Seluruh penerima wajib terdaftar resmi di Bagian Kesra Kota Batu dan Kementerian Agama, sehingga fasilitas ibadah non-terdata atau bersifat tambahan tidak masuk dalam skema bantuan.
" Pemkot Batu menilai, intervensi anggaran ini bukan hanya meringankan biaya rutin listrik, tetapi juga memberi ruang bagi pengelola rumah ibadah untuk mengoptimalkan dana operasional ke kegiatan sosial, pendidikan keagamaan, dan pelayanan umat," imbuhnya.
Dengan pendekatan fiskal yang inklusif dan berbasis data, subsidi listrik ini sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga efisiensi anggaran serta keberagaman kehidupan beragama di Kota Batu. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

