Bangkit Usai Pandemi, Festival Seduh Kopi Manual Ramaikan Kota Blitar
Setelah vacum karena pandemi Covid-19, Festival Seduh Kopi Manual Kembali Digelar. Pada Senin (6/4/2026), kegiatan itu berlangsung di Kafe Selasar Lantai Dua Pasar Legi, Kota Blitar.
KOTA BLITAR, SJP - Setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, ajang lomba seduh kopi manual kembali digelar dan sukses menyedot perhatian para pecinta kopi di Kota Blitar, Senin (6/4/2026).
Bertempat di Kafe Selasar, lantai 2 Pasar Legi, puluhan barista dari berbagai kafe di Blitar Raya berkumpul untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam menyeduh kopi metode manual atau pour over.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Kopi Blitar dengan mengusung tema “Halal Brew Marathon Battle Pour Over After Covid”.
Sebanyak 36 peserta ambil bagian dalam kompetisi ini. Mereka berlomba meracik kopi arabika dengan teknik seduh manual yang menitikberatkan pada ketelitian, teknik, dan cita rasa.
Panitia penyelenggara, Ahrian, mengatakan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga menjadi momen kebangkitan komunitas kopi setelah vakum beberapa tahun karena pandemi.
"Selain lomba, ini juga menjadi ajang silaturahmi antarbarista. Kami ingin menghidupkan kembali semangat komunitas kopi di Blitar," ujarnya, Senin (6/4/2026).
Dalam penilaian, dewan juri fokus pada kualitas rasa hasil seduhan. Teknik penyeduhan yang tepat dinilai mampu menghasilkan kopi dengan rasa seimbang tanpa meninggalkan kesan pahit berlebihan.
Menariknya, konsep lomba dibuat berbeda dengan sistem marathon, yakni berpindah dari satu kafe ke kafe lain. Selain menambah tantangan, konsep ini juga bertujuan memperkenalkan berbagai kedai kopi di Blitar kepada masyarakat luas.
"Konsep lomba kami buat keliling dari kafe ke kafe. Jadi ini bertujuan untuk edukas kopi dan juga untuk engenalkan kafe-kafe di Blitar Raya," kata dia.
Ahrian menambahkan, perkembangan bisnis kopi di Blitar terus menunjukkan tren positif. Saat ini, jumlah kafe di Kota Blitar mencapai sekitar 100 tempat, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap budaya ngopi.
Melalui kegiatan ini, komunitas berharap semakin banyak masyarakat mengenal kopi berkualitas sekaligus mendukung pertumbuhan industri kopi lokal di Blitar Raya. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

