Balon Udara Terbakar saat Karnaval di Ngunut, Dua Balita Terluka
Polisi : Balon udara keslomot leang-leong. Ada dua anak balita luka di kaki, dirawat jalan di RS Madinah. Semua biaya ditanggung panitia dan pemerintah desa Ngunut.
TULUNGAGUNG, SJP - Suasana karnaval Desa Ngunut, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Sabtu malam (6/9/2025), mendadak ricuh setelah terjadi insiden kebakaran balon udara. Satu ikat balon milik pedagang yang berisi belasan balon terbakar usai terkena percikan api dari kembang api ogoh-ogoh naga. Api kemudian menjalar hingga mengenai penonton.
Akibat kejadian itu, dua anak balita menjadi korban. Mereka mengalami luka pada bagian kaki dan langsung mendapatkan penanganan medis. Peristiwa ini sempat terekam video warga dan menyebar di media sosial.
“Balon udara tersulut kembang api leang-leong. Ada dua anak balita luka di kaki, dirawat jalan di RS Medinah. Semua biaya ditanggung panitia dan pemerintah desa Ngunut,” ujar Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang, Minggu (7/9/2025).
Pihak panitia penyelenggara karnaval kemudian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui sebuah video klarifikasi bersama ayah korban.
“Kami selaku panitia PHBN Desa Ngunut tak lupa mengucapkan mohon maaf yang tak terhingga kepada keluarga Mas Tomi atas kejadian semalam dalam rangka Pawai Budaya Desa Ngunut,” kata salah satu panitia.
Pernyataan serupa juga disampaikan perwakilan panitia dari Dusun Gang Roda. “Kami juga selaku panitia Dusun Gang Roda mewakili teman-teman dari Leang Leong Baru Klinting ini mohon maaf yang sebesar-besarnya khususnya kepada keluarga korban,” ucapnya.
Sementara itu, Tomi, orang tua dari dua anak yang menjadi korban, menerima permintaan maaf tersebut. Tomi juga menganggap ini memang musibah. Kedua anaknya menjalani perawatan medis. Menurut dia, anak pertamanya sudah rawat jalan, sedangkan yang kedua masih perawatan di rumah sakit.
Tomi juga menegaskan pihak keluarga tidak membuka penggalangan dana dalam bentuk apa pun. “Jangan sampai kondisi ini justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
Dalam video yang sama, panitia juga meminta penjual balon untuk segera menemui mereka. “Untuk bapak penjual balon yang kemarin terjadi insiden, dimohon dapat segera menghubungi panitia PHBN Desa Ngunut di kantor desa untuk mendapatkan kompensasi atas kejadian semalam,” ujar perwakilan panitia lainnya. (*)
Editor : Danu S
What's Your Reaction?

