Balon Udara Berpetasan Meledak di Atap Rumah Warga Tulungagung

Balon udara tersebut tidak meledak saat pertama kali jatuh di atap rumah. Ledakan baru terjadi ketika pemilik rumah berupaya mengevakuasi balon.

03 Apr 2026 - 13:31
Balon Udara Berpetasan Meledak di Atap Rumah Warga Tulungagung
Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi jatuhnya balon udara berpetasan yang menimpa rumah warga Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki, Tulungagung. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP–Sebuah balon udara liar yang dilengkapi petasan jatuh dan meledak di atas rumah warga di Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jumat (3/4/2026) pagi. 

Insiden tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah milik Sopingi (53), meskipun tidak menimbulkan korban jiwa.

Menurut Sopingi, peristiwa terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Awalnya, ia mendengar suara benda jatuh di bagian atap rumahnya. Saat diperiksa, sebuah balon udara berukuran cukup besar tersangkut di genting dalam kondisi api masih menyala.

"Karena ada apinya, saya ambil tangga, saya naik ke atas takutnya kalau kebakar rumah saya, lalu saya tarik balonnya," ujar dia.

Namun, saat hendak menurunkan balon tersebut, petasan yang tergantung pada balon tiba-tiba meledak. Ledakan terjadi sebanyak tiga kali dengan kekuatan cukup keras hingga memecahkan belasan genting rumah. Serpihan genting pun berhamburan ke berbagai arah.

"Ledakan terjadi tiga kali, untungnya serpihan genteng itu tidak mengenai saya," imbuhnya.

Beruntung, dalam kejadian tersebut Sopingi tidak mengalami luka. Kerusakan yang ditimbulkan terbatas pada pecahnya sejumlah genting rumah.

Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Besuki. Petugas yang menerima laporan segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta langkah penanganan awal.

Kapolsek Besuki, AKP Mokhamad Samsun, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari kepala desa sekitar pukul 07.05 WIB terkait adanya balon udara yang tersangkut di rumah warga.

"Setelah menerima informasi, kami langsung mengerahkan anggota untuk mendatangi TKP, melakukan sterilisasi, serta penanganan awal sambil menunggu pendataan," jelasnya.

Ia menambahkan, balon udara tersebut tidak meledak saat pertama kali jatuh di atap rumah. Ledakan baru terjadi ketika pemilik rumah berupaya mengevakuasi balon.

"Pada saat jatuh, hanya terdengar seperti benda jatuh biasa, tidak ada ledakan. Ledakan terjadi saat balon akan diambil dari atas genteng," terangnya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, ledakan terjadi sebanyak tiga kali. Sementara itu, asal balon udara belum dapat dipastikan, namun diduga berasal dari arah utara.

"Ukuran balon cukup besar, kemungkinan terbawa angin dari wilayah utara. Untuk asal pastinya kami belum bisa memastikan," tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, sekitar sepuluh hingga belasan genting rumah warga mengalami kerusakan. Tidak ada korban luka maupun kerusakan bangunan lain yang dilaporkan.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa balon udara plastik dengan panjang 6,5 meter dan diameter 2,5 meter, serta tiga petasan yang gagal meledak. Pada balon tersebut terdapat ciri khusus berupa tulisan "Gareng Gank Tengah".

Kasus ini tengah dalam penyelidikan pihak kepolisian. Masyarakat diimbau untuk tidak menerbangkan balon udara secara liar karena berpotensi membahayakan keselamatan orang lain serta menimbulkan kerusakan materiil. (*)

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow