Ayah Balita Korban Ledakan di Mojokerto Hanya Bisa Pasrah Ditinggal Dua Orang Tercintanya 

Sembari mengantarkan isteri dan anak tercintanya ke liang lahat, Khodi berusaha tegar didampingi putri pertamanya yang masih usia belia.

13 Jan 2025 - 21:30
Ayah Balita Korban Ledakan di Mojokerto Hanya Bisa Pasrah Ditinggal Dua Orang Tercintanya 
Khodi (peci putih) bersama anak pertamanya (Krudung hitam) saat pemakaman isteri dan anaknya. (Syaiful/SJP)

MOJOKERTO, SJP – Suasana duka masih menyelimuti keluarga Khodi yang merupakan suami dan ayah korban, ledakan di rumah anggota polisi di Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Ia mengaku pasrah ditinggalkan dua orang tercintanya pergi untuk selamanya, akibat ledakan misterius yang penyebabnya hingga kini masih menjadi teka-teki.

Khodi menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke polisi. Aipda Maryudi pemilik rumah sumber ledakan ini bukanlah orang lain bagi Khodi, mendiang Luluk Sudarwati merupakan adik ipar polisi yang berdinas di Polsek Dlanggu tersebut.

Sembari mengantarkan isteri dan anak tercintanya ke liang lahat, Khodi berusaha tegar didampingi putri pertamanya yang masih usia belia.

Dengan mata yang masih berkaca-kaca, Khodi bercerita, saat peristiwa nahas itu berlangsung ia mengaku sedang berada di sawah.

Tiba-tiba ada yang menelepon dan memberinya kabar ledakan maut itu. Dengan kondisi tertatih-tatih, Khodi pulang dari sawah dan kaget melihat rumahnya serta rumah kerabatnya porak-poranda.

Saat melihat peristiwa itu, diiringi rasa cemas, yang pertama ia cari adalah isteri dan anaknya. Ternyata kecemasan itu berubah menjadi tangis, saat ia mengetahui anak dan isterinya berada di dalam rumah dan tertimpa reruntuhan bangunan akibat ledakan misterius itu.

“Sekira jam 09.00 WIB, saya dapat kabar rumahnya Mas Yudi (Aipda Maryudi) meledak. Saya langsung pulang, terus saya cari-cari anak dan istri saya,” kata dia di lokasi pemakaman, Senin (13/1/2025).

Kini, jenazah Luluk Sudarwati dan anak balintanya KF sudah dikebumikan di pemakaman umum Dusun Sumolawang, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Sebelumnya, rumah anggota polisi di Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto tiba-tiba hancur akibat ledakan misterius pada Senin (13/1/2025) sekira pukul 09.00 WIB.  Akibat kejadian itu, dua orang tetangga anggota polisi itu meninggal dunia.

Data yang dihimpun di lokasi, ledakan itu bersumber dari rumah Aipda Maryudi, anggota Bhabinkamtibmas yang berdinas di Polsek Dlanggu, Polres Mojokerto. 

Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto saat diwawancarai di lokasi menyebutkan, sumber ledakan dari rumah Aipda Maryudi, namun saat ledakan terjadi rumah dalam keadaan kosong.

“Dia sedang berdinas, istrinya sedang kerja dan anaknya sedang sekolah, saat kejadian rumah tersebut dalam keadaan kosong. Kemudian dampak dari ledakan, rumah sebelahnya juga runtuh,” kata AKBP Ihram Kustarto.

Dua korban yang dikabarkan meninggal dunia bukanlah anak dan istri polisi, melainkan kerabat tetangga yang rumahnya ikut terdampak. 

Menurut AKBP Ihram, rumah yang menjadi korban merupakan kerabat pemilik rumah.

"Ada dua korban saya mendengar informasi dari rumah sakit sudah tidak bernyawa lagi, ibu dan anak balita,” terang Ihram Kustarto.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan apa penyebab ledakan yang tewaskan dua orang tersebut. Tim Laboratorium Forensik Polda Jatim masih melakukan pemeriksaan di TKP.

"Saya mohon waktu penyebab, yang pasti di dalam ada elpiji 3 kilogram, tadi setelah olah TKP juga ada perangkat elektronik,” ungkap AKBP Ihram.

Pihaknya masih belum bisa memberikan keterangan detail atas peristiwa ini. Sejumlah barang bukti juga diamankan akibat peristiwa meledaknya rumah polisi itu. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow