Dua Akses Jalan Antardesa di Tulungagung Longsor, Satu Jalur Putus Total
Pihak kepolisian bersama Koramil dan perangkat desa pada Rabu siang telah meninjau lokasi serta berkoordinasi dengan BPBD Tulungagung untuk langkah penanganan lanjutan.
TULUNGAGUNG, SJP - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, mengakibatkan dua titik akses jalan antardesa mengalami longsor. Salah satu di antaranya bahkan terputus total, membuat mobilitas warga terganggu.
Bencana tanah longsor pertama terjadi di Dusun Sukorejo, Desa Tugu, Kecamatan Sendang. Material tanah yang ambrol menutup seluruh badan jalan, sehingga akses penghubung antara Desa Tugu dan Desa Nyawangan terputus.
Selain menutup jalur utama, longsor juga menghambat proses pembangunan plengsengan yang tengah dikerjakan di lokasi tersebut.
Menurut Jianto, pelaksana proyek di lokasi, longsor terjadi dua kali dalam dua hari berturut-turut yakni Senin (10/11/2025) dan Selasa (11/11/2025), setelah hujan deras mengguyur kawasan pegunungan tersebut.
“Awalnya jalan sudah mulai rusak dan tinggal tersisa sekitar satu meter. Saat alat berat mulai melakukan pengerukan untuk pembangunan plengsengan, hujan deras turun dan memicu longsor pertama. Malam harinya terjadi longsor lagi, sehingga akses benar-benar terputus total,” jelas Jianto, Rabu (12/11/2025).
Jianto menambahkan, kondisi di lokasi masih sangat rawan. Pekerjaan terpaksa dihentikan sementara karena alat berat tidak berani beroperasi di area yang labil.
“Sekarang kalau mau dikerjakan harus manual. Begonya tidak berani masuk karena tanahnya masih bergerak,” ujarnya.
Sementara itu longsor kedua terjadi di Dusun Sumberingin, Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang. Material tanah sepanjang sekitar 10 meter longsor akibat tergerus arus sungai di bawah jalan. Akibatnya, badan jalan hanya tersisa kurang dari dua meter dan tidak bisa dilalui kendaraan besar.
Kapolsek Sendang, Iptu Daroji, membenarkan bahwa terdapat dua titik longsor di wilayahnya, masing-masing dengan tingkat kerusakan berbeda.
“Di Dusun Sumberingin, Desa Nyawangan, panjang longsoran sekitar 10 meter dengan ketinggian tujuh meter. Sementara di Dusun Sukorejo, Desa Tugu, longsor lebih parah dengan panjang 30 meter, ketebalan lima meter, dan jalan terputus total,” ungkapnya.
Pihak kepolisian bersama Koramil dan perangkat desa pada Rabu siang telah meninjau lokasi serta berkoordinasi dengan BPBD Tulungagung untuk langkah penanganan lanjutan.
Sementara itu, masyarakat diimbau agar berhati-hati saat melintas di jalur sekitar titik longsor, terutama ketika kondisi hujan.
“Warga kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan karena kondisi tanah masih labil. Hindari melintas jika hujan deras,” pesan Iptu Daroji.
Untuk sementara waktu, warga Desa Tugu dan Nyawangan harus memutar melalui jalur utama yang lebih jauh, sementara kendaraan roda dua masih bisa melintas melalui jalur alternatif kecil di sekitar lokasi kejadian. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

