Atap Bocor, Pedagang Pasar Induk Among Tani Kota Batu Kelimpungan Saat Hujan
Kondisi kebocoran atap di Pasar Induk Among Tani jelas menjadi masalah serius yang berulang setiap musim hujan. Kerusakan talang yang merata di hampir semua blok membuat pedagang selalu waspada dan terpaksa mencari cara darurat agar dagangannya aman. Jika tidak segera mendapat perhatian dan perbaikan dari pengelola maupun pemerintah, situasi ini berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar serta mengganggu aktivitas perdagangan di pasar terbesar Kota Batu tersebut.
KOTA BATU, SJP – Musim penghujan kembali membawa keresahan bagi pedagang di Pasar Induk Among Tani pasalnya setiap hujan deras mengguyur, kebocoran parah terjadi di hampir seluruh talang atap pasar, membuat pedagang kelimpungan menyelamatkan dagangannya dari genangan air.
Ketua Koordinator Zonasi Pasar Induk Among Tani Didin Darianto pada Sabtu (23/8/2025) mengatakan kebocoran muncul akibat talang air antarblok yang keropos karena seng berkarat serta membuat aliran air meluber dan jatuh ke area kios.
"Sejumlah pedagang terpaksa menempuh berbagai cara darurat, mulai dari menarik selang pemadam kebakaran untuk mengalirkan air, menutup kios dengan plastik bening, hingga menampung air ke tong sampah," urainya.
Didin menegaskan kondisi ini menjadi yang terburuk sejak pasar diresmikan pada Desember 2023 lalu. Bahkan hampir semua talang antarblok keropos dan bocor. Sehingga titik kebocoran bukan satu, tapi banyak dan ini sudah terjadi tiap musim hujan datang.
Akibat kebocoran atap yang kian parah, banyak pedagang memilih menutup kios lebih cepat untuk menghindari kerugian. Situasi ini pun menambah keluhan pedagang yang harus berjibaku setiap kali hujan turun.
"Bahkan banyak pedagang akhirnya memilih menutup kios agar dagangan tidak rusak. Oleh sebab itu kami berharap pemerintah bisa melihat urgensi yang terjadi disini karena bagaimanapun juga Pasar Among Tani ini adalah pusat perputaran ekonomi di Kota Batu," pungkasnya. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

