Asrama Siswi Tumbang Massal di Bojonegoro Tuding Menu MBG Jadi Biang Kerok Keracunan
Tudingan menohok ini disampaikan melalui edaran resmi yang ditandatangani oleh tiga pengurus asrama: Muhammad Nur Amin (Rais Amm), Moch Naufal Taqiyuddin (Katib Amm), dan KH Tajuddin (Pengasuh).
BOJONEGORO, SJP – Kasus tumbangnya belasan siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Bojonegoro pada Jumat malam (28/11) memanas, sebab hal itu bukan hanya insiden keracunan biasa, kini muncul tudingan keras yang secara frontal menampik dugaan penyebab keracunan berasal dari lingkungan asrama.
Pihak Pondok Pesantren yang menaungi para siswi tersebut, justru secara terang-terangan menuding menu MBG sebagai biang kerok utama yang menyebabkan anak-anak asuh mereka keracunan massal dan harus dievakuasi ke RSUD setempat.
Tudingan menohok ini disampaikan melalui edaran resmi yang ditandatangani oleh tiga pengurus asrama, Muhammad Nur Amin (Rais Amm), Moch Naufal Taqiyuddin (Katib Amm), dan KH Tajuddin (Pengasuh).
Dalam rilis berstempel tersebut, mereka secara eksplisit menyatakan:
"Disampaikan kepada seluruh warga sosial media, menyikapi foto/video yang beredar tentang santri Pondok Pesantren Al Falah yang keracunan MBG, itu murni keracunan makanan MBG di lingkungan sekolah, bukan dalam lingkungan pondok pesantren dan sudah ditangani pihak RSUD Bojonegoro, diimbau untuk tidak menyebarkan berita-berita yang dibuat-buat atau berita hoax".
Seperti diberitakan sebelumnya, belasan pelajar putri MAN 1 Bojonegoro mendadak kolaps berjamaah pada malam hari. Mereka yang merupakan penghuni asrama di Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala keracunan parah, mulai dari diare hebat hingga mual tak tertahankan.
Informasi terakhir menyebutkan, setidaknya ada 12 siswi yang menjadi korban dalam insiden dramatis ini.
Meskipun sumber dugaan keracunan mencuat dari santapan yang dikonsumsi, baik di lingkungan sekolah maupun asrama, pihak MAN 1 Bojonegoro memilih untuk bungkam dan tidak terburu-buru menyimpulkan. Mereka menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada otoritas kesehatan setempat untuk diselidiki. (*)
Editor: Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

