Arus Mudik di Tulungagung Lebih Lancar, Operasi Ketupat Semeru 2026 Dinilai Efektif

Selama operasi, angka kecelakaan tercatat 28 kejadian. Dari jumlah tersebut, tiga orang meninggal dunia dan 50 lainnya mengalami luka ringan.

27 Mar 2026 - 19:31
Arus Mudik di Tulungagung Lebih Lancar, Operasi Ketupat Semeru 2026 Dinilai Efektif
Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila. (Beny/SJP)

TULUNGAGUNG, SJP - Pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 di wilayah Tulungagung menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Hingga 25 Maret 2026, kondisi lalu lintas terpantau lebih tertib dan lancar dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan yang melintas.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, mengungkapkan bahwa selama operasi berlangsung, pihaknya telah mengintensifkan berbagai langkah pencegahan. Total tercatat sebanyak 11.431 kegiatan preventif dilakukan guna memastikan keamanan serta kelancaran arus kendaraan.

“Selama operasi, angka kecelakaan tercatat 28 kejadian. Dari jumlah tersebut, tiga orang meninggal dunia dan 50 lainnya mengalami luka ringan. Sementara total kerugian material diperkirakan mencapai Rp27 juta,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Berdasarkan hasil evaluasi, arus kendaraan di jalur utara mengalami peningkatan cukup signifikan. Tercatat sekitar 3.199 kendaraan roda dua dan 2.044 kendaraan roda empat melintas setiap jam. Secara keseluruhan, rata-rata volume kendaraan mencapai 10.000 unit roda dua dan 5.000 unit roda empat per jam di wilayah Tulungagung.

Meski demikian, lonjakan jumlah kendaraan tersebut masih dapat dikendalikan dengan baik. Kepadatan lalu lintas hanya terpantau di beberapa titik, seperti kawasan simpang tiga Jetaan dan simpang empat Cuwiri, terutama pada sore hari menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.

Untuk mengurai kemacetan, petugas melakukan rekayasa lalu lintas dengan menyesuaikan durasi lampu merah di persimpangan. Arus dari arah barat dan timur diperpanjang menjadi masing-masing 50 detik dan 35 detik, sementara dari arah utara dipersingkat menjadi 25 detik.

“Kebijakan ini terbukti efektif menjaga arus kendaraan tetap bergerak dan mencegah penumpukan,” jelas Taufik.

Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di kawasan wisata. Jalur selatan yang mengarah ke sejumlah destinasi pantai seperti Pantai Gemah, Pantai Popoh, dan Mulyosari terpantau relatif lengang selama masa Lebaran.

Menurut Taufik, tren masyarakat tahun ini cenderung memilih bersilaturahmi di dalam kota dibandingkan bepergian ke destinasi wisata luar daerah.

“Pergerakan masyarakat lebih banyak terpusat di dalam kota, sehingga tidak terjadi lonjakan signifikan di kawasan wisata,” tambahnya.

Walaupun Operasi Ketupat telah resmi berakhir, kepolisian tetap melanjutkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) hingga akhir pekan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya mobilitas warga saat tradisi Lebaran Ketupat yang diperkirakan berlangsung pada 27-28 Maret 2026.

Pengamanan difokuskan pada jalur perkotaan serta akses masuk dari arah Trenggalek, Kediri, dan wilayah selatan Tulungagung. Selain itu, patroli juga tetap dilakukan di Jalur Lintas Selatan (JLS) guna mengantisipasi potensi lonjakan pengunjung di kawasan wisata.

“Jika terjadi kepadatan, kami siap melakukan pengaturan langsung di lapangan. Namun hingga saat ini, rekayasa lampu lalu lintas masih cukup efektif,” pungkasnya. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow