Apa Itu Ketindihan? Penjelasan Medis dan Penyebabnya

Pernahkah Anda merasakan tubuh Anda tak bergerak saat hendak tidur atau terbangun dari tidur? Mendapati dada terasa sesak dan tidak bisa berbuat banyak?

15 Dec 2024 - 15:02
Apa Itu Ketindihan? Penjelasan Medis dan Penyebabnya
Ilustrasi Ketindihan (Foto: klikdokter.com)

Suarajatimpost.com - Pernahkah Anda merasakan tubuh Anda tak bergerak saat hendak tidur atau terbangun dari tidur? Mendapati dada terasa sesak dan tidak bisa berbuat banyak? Kemungkinan besar, Anda sedang mengalami ketindihan atau dalam istilah medis dikenal sebagai sleep paralysis.

Banyak orang merasa ketindihan merupakan gangguan yang disebabkan oleh jin atau makhluk halus. Namun, berdasarkan penjelasan medis, fenomena ini adalah kondisi yang diakui dalam dunia kedokteran dan memiliki penjelasan ilmiah yang cukup jelas.

Definisi dan Fenomena Ketindihan

Ketindihan adalah salah satu bentuk parasomnia, yaitu gangguan tidur yang melibatkan pengalaman tak menyenangkan saat Anda tertidur, terbangun, atau dalam fase tidur. Meskipun pengalaman ini bisa terasa cukup menyeramkan, ketindihan biasanya tidak berbahaya dan dapat berlangsung selama beberapa detik hingga menit. Menariknya, setiap orang mungkin mengalami kondisi ini setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Ketindihan terjadi ketika otak dan tubuh tidak berada dalam kondisi sinkron saat tidur, khususnya saat fase REM (Rapid Eye Movement). Jika seseorang terbangun sebelum siklus REM selesai, otak mungkin belum siap untuk mengirim sinyal bangun. Hal ini menyebabkan tubuh merasa kaku, sulit bernapas, dan tidak mampu berbicara, menciptakan sensasi seolah-olah terperangkap dalam mimpi buruk.

Penyebab dan Mitos Ketindihan

Fenomena ketindihan seringkali disalahartikan akibat mitos yang mengaitkannya dengan hal-hal supranatural. Nyatanya, gejala yang ditimbulkan—seperti halusinasi melihat sosok misterius—justru dipicu oleh kondisi fisik dan mental. Studi dari jurnal Clinical Psychological Science menyebutkan bahwa pengalaman sensorik yang menakutkan ini dapat membuat seseorang merasa semakin panik, terutama jika mereka sudah percaya bahwa ketindihan adalah hasil dari hal mistis.

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan ketindihan antara lain:

  1. Kekurangan tidur: Kualitas tidur yang buruk sangat berpengaruh.
  2. Stres dan kecemasan: Tekanan mental yang berlebihan bisa memicu gangguan tidur.
  3. Posisi tidur: Tidur telentang dapat meningkatkan risiko mengalami ketindihan.
  4. Riwayat genetik: Terdapat kemungkinan faktor keturunan.
  5. Kondisi kesehatan: Penyakit seperti narkolepsi, gangguan bipolar, dan kram kaki malam hari juga dapat memicu fenomena ini.
  6. Obat-obatan: Penggunaan obat tertentu dan penyalahgunaan narkoba dapat menjadi pemicu.

Mengatasi Ketindihan

Bagi kebanyakan orang, ketindihan akan berangsur membaik seiring waktu. Namun, untuk mencegah terulangnya kondisi ini, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Tidur cukup: Pastikan Anda mendapatkan tidur yang berkualitas, umumnya 7-8 jam per malam, untuk mencegah kelelahan yang berpotensi memicu ketindihan.
  2. Jadwal tidur teratur: Tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari sangat penting untuk keseimbangan jam biologis tubuh.
  3. Perawatan medis jika diperlukan: Bagi mereka yang menderita narkolepsi atau gangguan tidur parah lainnya, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan perawatan tambahan atau terapi yang sesuai.

Ketindihan mungkin sedikit mengganggu, tetapi dengan pengetahuan yang tepat dan praktik tidur yang baik, pengalaman ini bisa diminimalkan. Jika Anda merasa ketindihan sudah mengganggu aktivitas harian, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan ahli medis. (**)

Sumber: hellosehat.com
Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow