Antisipasi Sarang Narkoba di Rumah Kos, Pengawasan Lingkungan di Mojokerto Diperketat

Hal ini menjadi atensi serius Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyusul menjamurnya bisnis rumah kos di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan.

18 Dec 2025 - 11:46
Antisipasi Sarang Narkoba di Rumah Kos, Pengawasan Lingkungan di Mojokerto Diperketat
Wali Kota Mojokerto, Ika Pusitasari saat memberikan arahan kepada Satlinmas di Kelurahan Meri. (Ist/SJP)

KOTA MOJOKERTO, SJP — Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mulai memetakan titik rawan peredaran gelap narkotika yang diduga kuat menyusup melalui celah bisnis hunian sewa atau rumah kos. 

Hal ini menjadi atensi serius Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyusul menjamurnya bisnis rumah kos di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan. 

Kelurahan Meri kini berada dalam radar pengawasan ketat. Tingginya populasi penduduk non-permanen di wilayah tersebut dinilai menjadi celah keamanan yang rentan dimanfaatkan oleh jaringan pengedar narkoba.

Wali Kota yang karib disapa Ning Ita tersebut secara lugas menegaskan bahwa keberadaan rumah kos di wilayah Meri tidak hanya membawa dampak ekonomi, tetapi juga membawa risiko sosial.

"Meri ini memiliki konsentrasi rumah kos yang sangat tinggi. Berdasarkan pemetaan, titik-titik ini ditengarai menjadi pintu masuk pengedaran narkoba. Jika tidak ada penyaringan dan pengawasan ketat, ketertiban wilayah akan terganggu oleh infiltrasi masyarakat luar yang tidak terdeteksi tujuannya," kata Ning Ita, Kamis (18/11/2025). 

Ia menginstruksikan Satuan Pelindungan Masyarakat (Satlinmas) sebagai garda terdepan untuk tidak lagi sekadar melakukan penjagaan rutin, melainkan harus lebih proaktif dalam mendata dan memantau aktivitas di hunian-hunian sewa tersebut.

Langkah preventif ini melibatkan sinergi lintas sektor antara BNN Kota Mojokerto, TNI-Polri, dan elemen masyarakat. 

Fokus utama dari pengetatan pengawasan ini adalah proteksi terhadap generasi muda yang menjadi sasaran empuk pasar gelap narkotika.

Menurut Ning Ita, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul mustahil tercapai jika fondasi moral dan kesehatan generasi penerus dirusak oleh zat adiktif.

Di sisi lain, meski dibayangi ancaman narkoba, Kelurahan Meri menunjukkan performa impresif dalam sistem pengamanan swakarsa. Kelurahan ini berhasil menembus peringkat lima besar pada ajang Siskamling Terpadu tingkat Jawa Timur Tahun 2025.

Prestasi ini diharapkan menjadi modal sosial yang kuat bagi warga untuk lebih berani perang melawan narkoba. 

Pemerintah menekankan bahwa keamanan wilayah bukan hanya soal mencegah pencurian, tetapi juga menjaga lingkungan dari pengaruh peredaran gelap narkotika yang sering kali bergerak secara senyap di balik dinding rumah kos.

"Perang melawan narkoba adalah perang semesta yang membutuhkan konsistensi. Kita tidak boleh lengah sedikit pun demi menjaga generasi yang sehat dan berdaya saing," tutupnya. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow