Festival Literasi 2026 Kota Kediri, Jawab Tantangan Peningkatan Literasi Masyarakat

Menjawab tantangan tersebut, Festival Literasi Kota Kediri menjadi momen dan juga simbol semangat bergerak bersama untuk menumbuhkan budaya membaca dan belajar di tengah masyarakat.

12 Jun 2026 - 22:30
Festival Literasi 2026 Kota Kediri, Jawab Tantangan Peningkatan Literasi Masyarakat
Festival Literasi Kota Kediri, foto 2 : Pemutaran film sejarah Kota Kediri ( putra )
Festival Literasi 2026 Kota Kediri, Jawab Tantangan Peningkatan Literasi Masyarakat

KOTA KEDIRI, SJP - Akses kepada literasi masih menjadi tantangan utama dalam upaya peningkatan literasi masyarakat Kota Kediri. Tidak hanya buku, tapi juga literasi sejarah Kota Kediri. 

Menjawab tantangan tersebut, Festival Literasi Kota Kediri menjadi momen dan juga simbol semangat bergerak bersama untuk menumbuhkan budaya membaca dan belajar di tengah masyarakat.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati menuturkan bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Kediri mengalami penurunan dari tahun 2022 hingga 2024. Sehingga diperlukan gerakan literasi yang lebih masif, terpadu, dan dekat dengan masyarakat. 

Menurutnya, IPLM dan Tingkat Gemar Membaca (TGM) ini harus ditingkatkan. Apabila tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat berdampak pada berbagai sektor, mulai dari menurunnya daya saing hingga meningkatnya kerentanan terhadap hoaks dan kesenjangan sosial.

Selain itu, sebagai kota yang mayoritas penduduknya berada pada usia produktif, Kota Kediri harus mampu memanfaatkan bonus demografi dengan mempersiapkan generasi yang melek literasi agar memiliki kecakapan, kompetensi, dan daya saing yang tinggi. 

"Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan berkolaborasi, dengan berbagai pihak, untuk membangun ekosistem literasi yang baik melalui Festival Literasi Tahun 2026. Mengusung tema 'Literasi untuk Kediri Mapan: Cerdas Membaca, Bijak Digital, Cakap Finansial, dan Berakar pada Budaya', masyarakat diajak untuk semakin peduli terhadap empat simpul literasi yang penting dikuasai di era digital," ujar Mbak Wali, Jumat, (12/6/2026). 

Festival Literasi Tahun 2026 ini telah berlangsung sejak 10 Juni dan akan digelar hingga 27 Juni mendatang. Mbak Wali berharap festival ini dapat meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menggunakan media digital secara bijak. 

"Saya berpesan untuk adik-adik agar rajin membaca. Dan jangan lupa membeli buku setelah beli harus dibaca. Saya percaya kalau rajin membaca, adik-adik mudah untuk meraih cita-citanya," pesannya.

Selain Bazar Buku dan UMKM, Festival Literasi 2026 Kota Kediri juga menggandeng berbagai komunitas literasi serta menyuguhkan beragam kegiatan edukatif dan menyenangkan yang dapat diikuti seluruh kalangan. 

Mulai dari lomba mewarnai, lomba bertutur, lomba story telling, lomba cerdas cermat hingga edukasi literasi yang akan diisi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri.

Pada Festival Literasi 2026 ini, juga ditampilkan film pendek 1000 tahun perjalanan Kota Kediri yang menampilkan sejarah Kota Kediri mulai dari zaman kerajaan karya budayawan Imam Mubarok. 

Film yang menggabungkan foto dari Kediri's Photograph Museum dan kecerdasan buatan ini mengajak para penonton lebih mengenal momen-momen dan lokasi-lokasi bersejarah di Kota Kediri. Film ini juga sebagai salah satu langkah untuk mewariskan sejarah ke generasi selanjutnya. 

"Tujuannya untuk mengedukasi dan semakin mencintai terhadap Kota Kediri. Langkah ini adalah langkah positif bagi kita semua. Membicarakan literasi dan membaca memang penting, tapi sekarang juga scrolling itu menjadi kebiasaan. Nah, scrolling yang bermanfaat, salah satunya memutar film-film sejarah tentang kotanya, " jelas tokoh yang biasa disapa Gus Barok ini. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow