Drainase Jebol, Banjir Bandang Terjang Kawasan Wisata Dewi Sri Malang

Akibatnya, dua kolam renang utama di Pemandian Dewi Sri tertutup material lumpur pekat, kayu, dan rumpun bambu, satu warung sekaligus hunian milik Sutining warga RT 30 RW 14 mengalami jebol pada dinding bangunan seluas meter.

23 Jan 2026 - 15:00
Drainase Jebol, Banjir Bandang Terjang Kawasan Wisata Dewi Sri Malang
Petugas BPBD Kabupaten Malang memantau proses pembersihan material lumpur dan sampah pascabanjir di kawasan Pemandian Dewi Sri, Desa Ngroto, Kecamatan Pujon. (BPBD for SJP)

MALANG, SJP — Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Malang bagian barat mengakibatkan kerusakan infrastruktur serius di kawasan wisata. 

Pemandian Dewi Sri yang berlokasi di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, diterjang banjir luapan yang membawa material lumpur, sampah, hingga rumpun bambu pada Rabu (20/1/2026).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengonfirmasi bahwa insiden ini dipicu oleh jebolnya saluran drainase utama yang melintasi kompleks wisata tersebut.

"Aliran drainase tidak mampu menampung lonjakan debit air hujan. Akibatnya, struktur saluran sepanjang lima meter dengan diameter 50 sentimeter jebol dan mengalihkan aliran air ke area publik," ujar Sadono saat memberikan keterangan, Jumat (23/1/2026).

Luberan air yang membawa material dari hulu Sungai Konto tersebut tidak hanya merusak fasilitas wisata, tetapi juga merambah ke permukiman warga di Dusun Lebaksari. 

Akibatnya, dua kolam renang utama di Pemandian Dewi Sri tertutup material lumpur pekat, kayu, dan rumpun bambu, satu warung sekaligus hunian milik Sutining warga RT 30 RW 14 mengalami jebol pada dinding bangunan seluas meter.

Sejumlah peralatan dapur dan satu unit lemari es milik warga juga dilaporkan hanyut terbawa arus.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun, warga terdampak saat ini sangat membutuhkan bantuan logistik dan peralatan pembersihan.

Pasca-kejadian, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Malang bersama Pos Lapangan Ngantang dan pengelola wisata langsung melakukan kaji cepat (fast assessment). 

Hingga Jumat siang, proses normalisasi dan pembersihan material masih berlangsung secara swadaya oleh warga dan pengelola.

"Kami terus melakukan monitoring lanjutan, khususnya pada titik-titik rawan di sepanjang aliran Sungai Konto. Fokus saat ini adalah memastikan saluran air kembali berfungsi untuk mengantisipasi adanya hujan susulan," pungkas Sadono. (*) 

Editor: Syaiful Aries

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow