Antisipasi Macet Arus Mudik- Balik Lebaran, Berikut Skema Pengalihan Arus di Kota Kediri

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas secara situasional untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama arus mudik. Langkah ini difokuskan pada titik-titik rawan kemacetan, terutama di persimpangan jalan serta jalur menuju pusat kota.

19 Mar 2026 - 22:20
Antisipasi Macet Arus Mudik- Balik Lebaran, Berikut Skema Pengalihan Arus di Kota Kediri
Salah satu ruas jalan di Kota Kediri (foto : Putra/SJP)

KEDIRI, SJP - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri menyiapkan skema pengalihan arus lalu lintas secara situasional untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama arus mudik. Langkah ini difokuskan pada titik-titik rawan kemacetan, terutama di persimpangan jalan serta jalur menuju pusat kota.

Kepadatan lalu lintas umumnya dipicu antrean kendaraan di lampu lalu lintas.

“Terjadinya kepadatan biasanya di simpang-simpang jalan karena antre traffic light,” ujar Kepala Dishub Kota Kediri, Arief Cholisudin, Kamis, (19/3/2026). 

Arief menuturkan kemacetan kebanyakan terjadi pada ruas jalan menuju pusat kota. Sementara itu, untuk jalur perlintasan antar kota, kondisi lalu lintas cenderung ramai namun tetap lancar.

“Selain itu kemacetan juga terjadi di jalan-jalan yang menuju ke pusat kota. Untuk jalur yang perlintasan antar kota umumnya ramai lancar,” ujarnya lagi.

Sebagai upaya antisipasi, Dishub telah menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arus yang bersifat situasional, menyesuaikan peningkatan volume kendaraan, khususnya dari arah Tulungagung dan Blitar.

Untuk kendaraan dari arah Blitar, pengalihan arus dilakukan melalui Jalan Kapten Tendean menuju SPBU Blabak, kemudian belok kanan ke Jalan Jegles, dilanjutkan ke Jalan Pinang, melintasi kawasan SMPN 9 dan SMPN 5 Kediri, menuju Jalan Imam Bahri, Pasar Pesantren, hingga Simpang Lima Gumul ke arah Pare atau Surabaya.

Sementara dari arah Tulungagung, rute alternatif yang disiapkan meliputi Jalan Waringin, Simpang Empat Blabak, Jalan Kapten Tendean, SPBU Blabak belok kanan ke Jalan Jegles, kemudian ke Jalan Pinang, kawasan SMPN 9 dan SMPN 5 Kediri, Jalan Imam Bahri, Pasar Pesantren, hingga Simpang Lima Gumul menuju Pare atau Surabaya.

Dishub juga menyiapkan pengalihan arus bagi kendaraan dari arah Nganjuk guna mengurai kepadatan di simpang Mrican dan Ngampel. Rute alternatifnya melalui Pasar Banyakan, kawasan SD Banyakan, Lapangan Gayam, Jalan Raya Gayam, Jalan Raya Ngampel, Perempatan Tong, Jalan Bunga, Simpang Bujel, Jalan Botolengket, Jalan Mastrip, Simpang Sukorame, Jalan Dr. Saharjo, Terminal Tamanan, Jalan Semeru, Jalan Agus Salim, Jembatan Bandar Ngalim, Jalan Urip Sumoharjo, hingga Jalan Sersan Suharmaji menuju arah Tulungagung atau Blitar.

Dishub menegaskan bahwa skema ini akan diterapkan secara fleksibel sesuai kondisi di lapangan.

"Utamakan keselamatan berkendara, dan berjalan saat badan benar-benar fit. Itu dilakukan agar aman dan nyaman dalam perjalanan, sehingga selamat sampai tujuan,” himbau Arief. (*)

Editor: Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow