Anak SD di Jember yang Diduga Korban Bullying Rupanya Mabuk Berat
Polisi menemukan fakta lain dari dugaan kasus bullying anak SD di Jember. Anak yang diduga korban perundungan ternyata dalam kondisi mabuk berat oleh arak
JEMBER, SJP - Setelah memeriksa beberapa orang saksi dan korban kasus dugaan bullying yang menimpa anak SD di Kecamatan Semboro, Kabupaten Jembe Polisi akhirnya menemukan beberapa fakta baru.
Faktanya, dugaan kasus bullying itu tidak pernah terjadi. Posisi korban yang diinjak oleh temannya, ternyata untuk menyelamatkan korban yang sedang mabuk berat.
Korban juga tidak dicekoki minuman. Karena korban ikut urunan membeli minuman jenis arak yang dijual bebas di wilayah setempat.
Berdasarkan pengakuan beberapa saksi, akhirnya polisi melakukan penyelidikan terkait siapa dan bagaimana anak-anak kecil tersebut bisa memiliki minuman jenis arak.
Kapolsek Semboro Iptu Andrias Suryo mengaku telah memerintahkan anak buahnya untuk mengamankan pelaku penjual minuman keras tersebut.
"Anggota kami unit Reskrim telah mengamankan penjual minuman jenis arak di wilayah Desa Pondokdalem. Pelaku berinisial R-F usia 25 Tahun. Dan kami amankan di rumahnya berikut barang bukti arak siap jual," ucapnya, Kamis (23/1/2025).
Polisi menelusuri kasus ini berdasarkan rekaman video viral yang memperlihatkan sebuah aksi sejumlah anak-anak yang sebelumnya diduga perundungan.
Namun hasil penelusuran polisi, bullying tersebut tidak pernah terjadi. Untuk menyelesaikan kasus ini. Polisi mencari penyebab utama. Yakni peredaran minuman keras.
Terkait kasus ini, Pelaku diancam dengan Pasal 76 J Ayat (2) Jo Pasal 88 Ayat 2 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

