Alergi Sperma, Wanita di Lituania Gagal Hamil Selama 4 Tahun

Seorang wanita di Lituania sulit hamil karena alergi langka terhadap sperma, dikenal sebagai SPH. Sistem imun tubuhnya menolak protein dalam air mani seperti zat berbahaya.

28 Jul 2025 - 16:24
Alergi Sperma, Wanita di Lituania Gagal Hamil Selama 4 Tahun
Perempuan di Lithuania menderita kondisi medis super langka, alergi sperma yang membuat dirinya sulit hamil. (Freepik.com)

SUARAJATIMPOST.COM—Seorang wanita di Lituania mengalami kondisi medis yang sangat jarang terjadi, yaitu alergi terhadap sperma manusia. Kondisi inilah yang menyebabkan dirinya mengalami kesulitan untuk hamil selama empat tahun, meskipun telah menjalani berbagai upaya, termasuk dua kali program bayi tabung.

Pada awalnya, tim medis kesulitan mengidentifikasi penyebab kegagalan kehamilan wanita berusia 29 tahun tersebut. Ia diketahui memiliki riwayat asma serta alergi terhadap debu, jamur, dan bulu kucing. Para dokter awalnya menduga bahwa alergi-alergi tersebut berkaitan dengan masalah kesuburannya.

Namun, pemeriksaan lanjutan, termasuk tes darah, menunjukkan peningkatan kadar eosinofil—jenis sel darah putih yang berperan dalam respons alergi. Ia juga menjalani tes kulit, yang memperlihatkan sensitivitas terhadap tungau, serbuk sari, serangga, dan bulu anjing.

Tubuhnya ternyata sangat sensitif terhadap protein Can f 5, yaitu protein yang biasanya ditemukan dalam bulu dan urine anjing, dan memiliki kemiripan dengan protein yang terdapat dalam sperma manusia. Berdasarkan hasil tes tersebut, dokter mendiagnosisnya dengan kondisi medis langka bernama hipersensitivitas plasma seminal (SPH).

Menurut laporan yang dikutip dari News18 pada Sabtu (26/7/2025), setelah melakukan hubungan suami istri tanpa kondom, wanita itu mengalami gejala alergi seperti bersin, hidung tersumbat, mata terasa perih, dan rasa tidak nyaman di area genital. Gejala ini merupakan bentuk respons alergi terhadap protein dalam air mani, yang oleh sistem kekebalan tubuhnya dianggap sebagai zat asing yang berbahaya.

SPH merupakan gangguan imun langka di mana tubuh bereaksi berlebihan terhadap kandungan protein dalam sperma, serupa dengan reaksi alergi berat terhadap kacang atau bulu hewan.

Pada umumnya, kondisi ini ditangani dengan cara menggunakan kondom agar tidak terjadi kontak langsung dengan air mani. Namun dalam kasus ini, pasien memilih untuk tidak menggunakan kondom karena masih memiliki harapan untuk bisa hamil secara alami. (**)

Sumber: Beritasatu.com
Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow