Cari Korban Kapal Tenggelam di Selat Bali, Tim SAR Perluas Jangkauan Pencarian

Pola pencarian dimulai dengan radius enam mil laut dari titik lokasi kejadian. Namun, tim SAR memperluas jangkauan pencarian para korban, seiring ditemukannya beberapa korban di luar area tersebut.

03 Jul 2025 - 18:17
Cari Korban Kapal Tenggelam di Selat Bali, Tim SAR Perluas Jangkauan Pencarian
Polda Jawa Timur saat memantau langsung perairan Selat Bali menggunakan helikopter dalam upaya pencarian korban tenggelamnya KM Tunu Pratama Jaya.

BANYUWANGI, SJP - Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban KMP Tunu Pratama Jaya yang karam di perairan Selat Bali, Rabu (2/7/2025) malam. Pola pencarian dimulai dengan radius enam mil laut dari titik lokasi kejadian. Namun, tim SAR memperluas jangkauan pencarian para korban, seiring ditemukannya beberapa korban di luar area tersebut.

“Kemudian kita berkembang dengan adanya penemuan-penemuan korban,  kita bergeser mulai keluar-keluar dari enam nautical mile tersebut,” kata Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit, Kamis (3/7/2025).

Pria yang bertindak sebagai mission coordinator tersebut menegaskan perluasan terhadap area pencarian akan terus dilakukan kalau seluruh korban belum ditemukan  tim SAR hingga Kamis (3/7/2025) hari ini. Sebab, secara teori  ada pergeseran penumpang karena arus dan gelombang yang  tentunya harus memperluas area pencarian tersebut.

Tim SAR memperkirakan masih ada korban yang terjebak dalam badan kapal. Kondisi kapal yang telah karam secara keseluruhan, menurut Nanang, jadi kendala utama dalam proses pencarian, sehingga kemungkinan ada korban yang masih terjebak di dalam badan kapal.

“Karena ini kondisi kapal ini kan tenggelam full ya. Artinya, ada kemungkinan apakah ada korban yang memang di dalam kapal. Tetapi untuk saat ini kami fokus di permukaan air dulu ya, kemudian nanti akan berkembang,” tuturnya

Sementara itu, Kepolisian Daerah Jawa Timur mengerahkan personel bersama armada laut dan udara untuk melakukan operasi pencarian terhadap korban kapal yang tenggelam di kawasan Selat Bali.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, saat berada di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Kamis (3/6), mendampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto.

"Ada 6 unit kapal Polairud yang dilibatka n untuk membantu pencarian korban kapal KM Tunu Pratama Jaya," ujar Kombes Pol Abast. Selain itu, lanjut Kombes Abast, satu unit helikopter milik Polri juga dikerahkan untuk membantu memantau area perairan dari udara.

Ia menjelaskan bahwa selain tim dari Polairud Polda Jatim, anggota Satpolairud Polresta Banyuwangi serta 35 personel lainnya masih terus melanjutkan pencarian.

"Sementara ini dari data yang didapatkan jumlah penumpang 53 orang dan crew atau ABK Kapal 12 orang," ujar Kombes Abast.

Lebih lanjut ia menyampaikan, saat ini berdasarkan laporan sementara, telah ditemukan sebanyak 29 orang dalam kondisi selamat dan 4 orang meninggal dunia, sehingga total 33 orang berhasil ditemukan. "Data sementara masih tentatif, nanti akan kita update," kata Kombes Pol Abast.

Kombes Abast menambahkan, seluruh korban selamat telah dievakuasi dan saat ini tengah menjalani proses pendataan dan pemeriksaan oleh pihak berwenang di Kantor BPTD Gilimanuk.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, juga mengungkapkan rasa duka cita atas insiden tenggelamnya kapal penumpang tersebut.

"Saya atas nama pribadi dan Polda Jawa Timur turut prihatin dan duka cita, semoga para korban segera ditemukan," ungkap Irjen Nanang.

Seperti diketahui sebelumnya, peristiwa tenggelamnya kapal KM Tunu Pratama Jaya terjadi saat kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk, Bali, melintasi perairan Selat Bali pada Rabu (2/6).

KM Tunu Pratama Jaya bertolak dari Dermaga LCM Ketapang menuju Gilimanuk sekitar pukul 22.56 WIB. Berdasarkan manifest, kapal mengangkut 53 penumpang, 12 kru kapal, serta membawa 22 unit kendaraan.

Saat ini, proses pencarian dan evakuasi korban masih terus dilakukan oleh gabungan personel dari Polda Jatim, Basarnas, TNI AL, dan para relawan yang berada di lokasi kejadian. (**)

Editor : Danu S

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow