Akhirnya, Pelaku Begal Penyiram Air Cabai ke Sopir Online di Probolinggo Berhasil Dibekuk

Untungnya, sehari setelah kejadian, mobil korban berhasil ditemukan di halaman parkir RSUD Waluyo Jati, Kraksaan.

14 Mar 2024 - 13:30
Akhirnya, Pelaku Begal Penyiram Air Cabai ke Sopir Online di Probolinggo Berhasil Dibekuk
Pelaku AR, penyiram begal sekaligus penyiram air cabai saat menjalani pemeriksaan (Dok. Polres Probolinggo Kota)

Kota Probolinggo, SJP - Masih ingatkah dengan kejadian tragis yang menimpa pengemudi taksi online di Jalan Gunung Batur pada tanggal 21 Juli 2023? 

AS, seorang pria berusia 63 tahun, warga Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, menjadi korban begal.

Pengemudi taksi online itu kehilangan mobilnya setelah dirampas oleh dua pria tak dikenal. 

Sebelum merampas mobilnya, pelaku berpura-pura menjadi penumpang.

Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Wadi Sa'bani, melalui Plt. Kasi Humas Iptu Zainullah menjelaskan bahwa awalnya, korban AS menerima order dari aplikasi ojol di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. 

Pelaku meminta korban untuk mengantarnya ke Kabupaten Lumajang. 

Selama perjalanan, korban tidak curiga bahwa dia akan menjadi korban kejahatan, karena ada dua orang dewasa dan satu anak kecil bersama mereka. 

Mereka bahkan sempat salat Jumat berjamaah di salah satu masjid di Desa Banyeman, Kecamatan Tongas.

Pada pukul 14.00 WIB, setelah mengantarkan pelaku di Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, korban selesai tugasnya. 

Namun, sekitar waktu Magrib, pelaku meminta korban untuk kembali ke Sidoarjo.

Ketika tiba di Kota Probolinggo, pelaku memerintahkan korban untuk melewati Jalan Gunung Batur, Kecamatan Kademangan, dan di sinilah aksi kejahatan dilakukan.

"Salah satu pelaku meminta izin untuk berhenti sebentar karena ingin buang air kecil. Saat korban menoleh ke kursi belakang, dia disiram dengan air cabai yang menyebabkan matanya pedih. Pelaku kemudian memaksa korban untuk turun dari mobil, merampasnya, dan melarikan diri ke arah selatan. Sementara itu, korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kademangan," jelasnya pada Kamis, (14/03/2024).

Untungnya, sehari setelah kejadian, mobil korban berhasil ditemukan di halaman parkir RSUD Waluyo Jati, Kraksaan. 

Mobil tersebut ditinggalkan tanpa pengawasan. Setelah melalui proses penyelidikan yang panjang, Satuan Reserse Kriminal Polres Probolinggo Kota akhirnya berhasil mengungkap misteri tersebut. 

Pada tanggal 8 Maret 2024, petugas menangkap salah satu pelaku, RA, seorang pria berusia 21 tahun, yang tidak bekerja dan beralamat di Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto.

"RA dan JNL (DPO) awalnya bertemu dengan seorang teman di Sidoarjo untuk mencari pekerjaan. Namun, setelah tidak menemukan lowongan kerja, keduanya pulang dengan menggunakan taksi online yang dikendarai oleh korban, dengan tujuan Probolinggo. Setelah sampai di Pasuruan, JNL mendapat kabar bahwa saudaranya meninggal di Lumajang, sehingga pelaku meminta korban untuk mengantarnya ke Lumajang," terangnya.

Lanjutnya, korban menyetujui permintaan tersebut, dan keduanya sepakat untuk melakukan transaksi di luar aplikasi. 

Setelah memberikan ucapan belasungkawa, pelaku memiliki ide untuk mencuri mobil korban, yang kemudian dilakukan dengan menyiramkan air cabai oleh RA.

Setelah penangkapan, terungkap bahwa kedua pelaku mencoba menjual mobil tersebut kepada teman-teman mereka, namun tidak ada yang bersedia atau mampu membelinya. 

Akhirnya, ada seorang pembeli dari Kraksaan yang menawarkan untuk membeli mobil tersebut dengan janji bertemu di RSUD Waluyo Jati. 

Namun, pembeli tersebut tidak pernah muncul, sehingga mobil ditinggalkan di lokasi karena pelaku merasa takut.

"Kami akan menjerat tersangka dengan Pasal 365 KUHPidana tentang Pencurian dengan Kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara," tutupnya. (")

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow