Agar Terhindar Pinjol Ilegal, OJK jember Lakukan Literasi Kepada Penyandang Difabel

Penyandang difabel merupakan bagian dari masyarakat yang produktif dan dinilai memiliki potensi keuangan sangat bagus.

22 Nov 2023 - 08:45
Agar Terhindar Pinjol Ilegal, OJK jember Lakukan Literasi Kepada Penyandang Difabel
Kegiatan Otoritas Jasa Keuangan Kabupaten Jember. (Foto : Ulum/SJP)

 Kabupaten Jember, SJP - Berlokasi di Cafe Tebing, Kecamatan Sukorambi, digelar acara Edukasi Keuangan dan Investasi menyasar penyandang difabel.

Acara yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember itu, kata Kepala OJK setempat Hardi Rofiq Nasution, merupakan salah satu dari 3 tujuan utama terkait program kerja soal literasi keuangan.

Kata Hardi, sama halnya dengan masyarakat umum. Penyandang difabel merupakan bagian dari masyarakat yang produktif dan dinilai memiliki potensi keuangan sangat bagus.

Namun terkadang informasi penyampaian soal literasi keuangan belum sampai. Terlebih soal antisipasi agar terhindar dari pinjol ilegal.

"Ketika uangnya cukup tapi tidak bisa mengelola ini bahaya. Mereka rekan-rekan (penyandang difabel) ini. Potensi ekonominya sangat bagus bahkan juga produktif. Sehingga dirasa perlu untuk sering dilakukan sosialisasi," kata Hardi saat dikonfirmasi usai kegiatan, Rabu (22/11/2023).

Terkait literasi keuangan, diakui oleh Hardi, diperlukan. Agar saat produktif yang dilakukan, tidak terganjal soal investasi atau produktifitas keuangan di persoalan pinjol ilegal.

"Kan bahaya! dapat uang dan kena pinjol ilegal, makanya mereka harus tetap diprioritaskan juga (untuk mendapat sosialisasi literasi keuangan). Menghasilkan produksi lebih banyak, tapi kalau tidak terukur secara keuangan. Bisa tertipu juga. Kita utamanya disitu," ucapnya.

"Kalau namanya aman, itu harus legal dan logis. Kalau tidak legal kan percuma. Logis pun kalau tidak ada legalnya (juga) kan percuma," sambungnya.

Sutopo, salah satu peserta mengatakan, melalui acara yang diinisiasi OJK dengan menggandeng Pegadaian Jember ini, memberikan manfaat soal literasi keuangan.

Pasalnya, diakui oleh Sutopo, dengan produktifitas yang dilakukan di bidang usaha dan investasi. Juga masih ada informasi yang dirasa kurang.

"Tentu kita sebagai kaum disabilitas, melalui kegiatan edukasi ekonomi digital, kita sangat senang. Karena kita jadi tahu bagaimana literasi keuangan yang aman," kata pria yang juga pengusaha di bidang Sablon asal Kecamatan Sumbersari ini.

Diakui oleh Sutopo, soal literasi keuangan masih banyak yang dirasa belum diketahui olah rekan-rekannya sesama difabel.

"Karena kita minim pengetahuan tentang itu. Rata-rata teman-teman disabilitas sampai SMP, SMA pun jarang. Jadi dengan adanya pelatihan ini, sangat terbantu. Terutama dekat dengan lembaga-lembaga keuangan yang ada," ujarnya.

Lebih jauh kata Sutopo, soal literasi keuangan yang kurang dipahami. Diakui olehnya juga, lebih memilih jalam pintas lewat cara pinjol. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow