Tol Prosiwangi Dibuka Gratis, Antisipasi Peningkatan Lalu Lintas hingga 160 Ribu Kendaraan

Tol Prosiwangi akan dibuka gratis mulai 14 Maret hingga 28 Maret 2026 untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran, dengan antisipasi peningkatan arus kendaraan hingga 150.000-160.000 kendaraan.

15 Mar 2026 - 10:17
Tol Prosiwangi Dibuka Gratis, Antisipasi Peningkatan Lalu Lintas  hingga 160 Ribu Kendaraan
Pintu tol Prosiwangi yang fungsional selama periode Nataru. (Beritasatu.com/Zulkiflie)

KRAKSAAN, SJP- Kabar gembira menjelang Hari Raya Idulfitri. Tol Prosiwangi sudah bisa dilalui untuk kendaraan kecil. Bahkan, pada taraf uji coba, jalur tersebut bisa diakses gratis.

Direktur Utama Jasamarga Prosiwangi, Adi Prasetyo, mengumumkan bahwa Tol Prosiwangi siap untuk arus mudik Lebaran 2026. Pengumuman ini disampaikan saat apel persiapan di Gerbang Tol Kraksaan pada Jumat (13/3/2026), yang menunjukkan kesiapan Jasamarga Prosiwangi dalam mengelola arus mudik Lebaran 2026.

Mulai 14 Maret 2026, Tol Prosiwangi akan dibuka secara fungsional untuk memuluskan arus mudik Lebaran. Selama periode ini, ruas tol sepanjang 49,86 km tersebut bebas biaya, sehingga masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih cepat dan nyaman. 

Tol Prosiwangi akan dibuka secara fungsional berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani oleh Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, dan Kakorlantas Polri. SKB ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan selama periode mudik Lebaran.

Ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan selama Lebaran.

"Menurut SKB yang telah ditetapkan, kami akan melayani arus mudik Lebaran mulai 14 Maret pukul 06.00 WIB hingga 29 Maret pukul 16.00 WIB, sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan," ujar Adi.

Petugas jalan tol memastikan ruas tol aman dengan memeriksa kondisi fisik jalan dan memasang rambu peringatan, sehingga pemudik lebih waspada dan nyaman.

"Jalan tol sudah siap dan aman dilalui pemudik, baik dari sisi fisik jalan maupun rambu-rambu lalu lintas," paparnya.

Perkiraan kenaikan jumlah kendaraan didasarkan pada analisis data arus lalu lintas selama liburan Natal dan Tahun Baru sebelumnya.

"Data Nataru kemarin menunjukkan sekitar 120.000 kendaraan melintas selama 10 hari masa fungsional, jadi patokan kita buat antisipasi arus mudik tahun ini," jelasnya.

Perkiraan kenaikan jumlah kendaraan sekitar 5% membuat total kendaraan yang melintas bisa mencapai 150.000-160.000 kendaraan saat mudik Lebaran tahun ini.

"Pembangunan jalan tol sudah lebih dari 97%, tinggal beberapa bagian yang perlu disempurnakan sebelum dioperasikan penuh," imbuhnya 

Pengendara diimbau untuk mematuhi rambu lalu lintas dan aturan berkendara yang berlaku selama melintas di ruas tol untuk menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

Adi juga memperingatkan kemungkinan kemacetan di ujung tol, terutama di persimpangan Besuki yang terhubung dengan jalan nasional terutama wilayah barat Situbondo.

"Waspadai ujung Simpang Susun Besuki, karena pertemuan dengan jalan nasional di sana rawan macet. Kami akan lakukan rekayasa lalu lintas bersama kepolisian," tegasnya.

Tol Prosiwangi memiliki dua jalur dua arah, namun segmen Paiton-Besuki hanya diperuntukkan untuk kendaraan kecil guna mengantisipasi kemacetan di ujung tol.

"Jalur Gending-Paiton bisa dilewati semua jenis kendaraan, tapi dari Paiton ke Besuki hanya untuk kendaraan kecil saja, untuk antisipasi macet di rest area sama akses Situbondo Barat," tutupnya. (**) 

Sumber: Beritasatu.com

Penulis: Paskalis Arakat, Mahasiswa Magang Unitri.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow