8 Etika Menginap di Hotel, Cara Tamu Hindari Masalah dan Drama
Delapan etika menginap di hotel yang wajib diperhatikan tamu agar pengalaman lebih nyaman sekaligus menghindari masalah dengan pihak hotel.
JAKARTA, SJP – Menginap di hotel kerap menjadi pengalaman menyenangkan, baik untuk urusan bisnis, liburan, maupun sekadar staycation singkat. Namun, tanpa disadari, ada kebiasaan kecil yang bisa merusak kenyamanan tamu sendiri sekaligus menyulitkan staf hotel.
Agar pengalaman menginap tetap lancar, penting memahami etika dasar saat berada di hotel. Dikutip dari Business Insider, Senin (15/9/2025), berikut delapan hal yang sebaiknya dihindari:
1. Pergi tanpa check-out
Meninggalkan kamar tanpa proses check-out bisa menyulitkan staf karena administrasi harus dilakukan manual. Check-out memastikan kamar siap dipakai tamu berikutnya sekaligus menutup tagihan dengan benar.
2. Tidak mengunci gerendel pintu
Meski sudah ada kunci utama, gunakan gerendel untuk menjaga privasi. Hal ini mencegah kesalahan teknis, seperti staf masuk ke kamar yang salah atau kunci ganda yang diberikan ke tamu lain.
3. Lupa mengecek kondisi kamar
Begitu masuk kamar, periksa kebersihan, AC, air panas, hingga perlengkapan elektronik. Melaporkan masalah sejak awal membantu hotel segera memperbaikinya.
4. Mengabaikan aturan hotel
Setiap hotel punya aturan, mulai larangan merokok, batas kebisingan, hingga akses fasilitas tertentu. Mengabaikannya bisa berujung denda atau penalti yang langsung ditagihkan ke kartu kredit.
5. Tidak memasang tanda “Do Not Disturb”
Tanda “jangan ganggu” bukan sekadar formalitas. Itu menjaga privasi, mengurangi potensi gangguan, sekaligus membantu hotel menghemat sumber daya.
6. Terlalu bergantung pada situs pihak ketiga
Memesan lewat platform perjalanan memang praktis, tetapi berisiko terjadi overbooking. Pemesanan langsung ke hotel memberi fleksibilitas lebih jika ada perubahan.
7. Tidak memperhatikan fasilitas
Memilih hotel hanya dari jumlah bintang sering mengecewakan. Penting memahami fasilitas, seperti restoran, kolam renang, atau spa, agar pengalaman sesuai harapan.
8. Melewatkan program loyalitas
Bagi yang sering bepergian, program loyalitas memberi banyak keuntungan: mulai poin, diskon, hingga upgrade kamar. Sayang jika kesempatan ini dilewatkan.
Menginap di hotel bukan hanya soal tidur nyaman, melainkan keseluruhan pengalaman. Dengan memahami etika dan menghindari delapan kesalahan di atas, tamu bisa lebih tenang sementara staf hotel dapat bekerja lebih efektif. (**)
Editor : Rizqi Ardian
Sumber: Beritasatu.com
What's Your Reaction?

