5 Ribu Umat Muslim Dapat Parsel Lebaran dari Gereja di Kota Mojokerto

Kerukunan antarumat beragama sangat tampak saat jemaat gereja ikut menuntun para lansia yang sedang mengantre untuk mendapatkan parsel lebaran

22 Mar 2025 - 12:29
5 Ribu Umat Muslim Dapat Parsel Lebaran dari Gereja di Kota Mojokerto
Anggota jemaat gereja sedang menuntun seorang lansia dari jalan utama menuju GBI Rock untuk mengambil bingkisan parsel lebaran. (Syaiful/SJP)

KOTA MOJOKERTO, SJP Toleransi beragama di Kota Mojokerto kian terasa. Sebanyak 5.000 umat muslim mendapat parsel lebaran dari Gereja Rock yang berlokasi di Jalan Mojopahit, Kecamatan Margersari, Kota Mojokerto, Sabtu (22/3/2025). 

Pantauan di lokasi, pada pukul 07.00 WIB, sejumlah warga tampak antre di trotoar jalan untuk mengambil parsel tersebut. Mereka duduk di trotoar sembari memegang kupon. Kemudian pintu Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rock dibuka pada pukul 08.00 WIB. 

Setelah pintu utama gereja dibuka, masyarakat dengan tertib berjalan berbaris untuk menukar kupon dengan kotak bingkisan yang berisi sembako itu. 

Tidak jarang, umat muslim yang menerima parsel berucap alhamdulillah di hadapan panitia gereja yang menyahutinya dengan senyuman. 

Kerukunan antarumat beragama kian terasa saat jemaat gereja ikut menuntun kelompok lanjut usia (lansia) yang mengantre. Bahkan, jemaat gereja juga membantu lansia muslim yang duduk di kursi roda untuk mengambil bingkisan. 

"Alhamdulillah nak, terima kasih," ucap Suparni (68), seorang perempuan lansia di hadapan jemaat gereja. Sabtu (22/3/2025). 

Doa lintas agama turut menyelimuti halaman Gereja Rock. Senyum bahagia pemberi dan penerima kian pekat. Senyuman mereka membuat suasana berbagi dalam kerukunan umat beragama. 

Ketua Panitia Kegiatan Gerakan Memberkati dan Peduli Kota (Gempita), Ps. Marnova Harison menyebut, kegiatan sosial ini sudah dijalankan oleh GBI Rock sejak tahun 1926 silam. 

"Untuk Gempita, Gerakan Memberkati dan Peduli Kota ini kita ganti dengan generasi memberkati, dilakukan sejak tahun 1926," ucap Ps. Marnova, saat diwawancarai di lokasi, Sabtu (22/3/2025). 

Pihaknya sengaja menyasar 5.000 rakyat miskin kota yang tersebar di 18 kelurahan dan tiga kecamatan di Kota Mojokerto. Penyaluran parsel itu telah dipersiapkan cukup matang.

Sebab, otoritas gereja menginginkan seluruh parsel itu menyasar para penerima manfaat yang merupakan benar-benar masyarakat miskin kota yang membutuhkan. 

Untuk memastikan parsel itu tepat sasaran, GBI Rock menggandeng pemerintah kelurahan dan pemerintah kecamatan untuk melakukan pemetaan penerima manfaat. 

"Harus tepat sasaran. Beberapa hari sebelum kegiatan ini, kami ada technical meeting sama pemerintah kelurahan dan kecamatan. Jadi untuk pembagian kupon itu bisa tepat sasaran, " jelasnya. 

Marnova memastikan, kegiatan ini hanya dilakukan menjelang Hari Raya Idulfitri. Bukan pada perayaan Natal atau Paska.

"Bersyukur Tuhan cukupkan semua ini, dan kegiatan ini pasti di lebaran, bukan di perayaan Natal atau Paska, tapi pasti di lebaran," lanjutnya. 

Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, GBI Rock dalam aktualisasi prulatitas agama ini juga mempertimbangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. 

"Isiannya (parsel) ada kebutuhan pokok, biasanya kalau lebaran itu kan harga naik ya, nah kami siapkan minyak goreng, beras, gula dan lain-lain," ungkapnya. 

Metode penyaluran bantuan terbilang bagus. Walau penerima manfaat sebanyak 5.000 orang, suasana tetap dalam kondusifitas penuh kerukunan. 

Panitia dibantu TNI dan Polri mengarahkan warga penerima manfaat untuk tertib saat di lokasi. Di lain sisi, kupon yang dibagikan kepada penerima juga tidak sama. Ada perbedaan jam di tiap masing-masing kelurahan. 

"Cara pembagiannya kita bagi. Jadi warna kuponnya tidak sama. Kita bagi berdasarkan jam, yang berbeda, untuk tertib. Selain kita dikawal aparat, kita juga punya teknik ini, sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu untuk mencegah penumpukan," bebernya.

Aturan pembagian kupon dan pengambilan bingkisan juga berdasarkan kesepakatan bersama. Peran pemerintah kelurahan juga andil dalam konteks ini. 

"Mereka tidak boleh terlambat, jadi sesuai jadwal, kuponnya warnanya berbeda untuk jam dan kelurahan yang berbeda juga. Yang terlambat kita tolak. Karena kita sudah sepakati bersama kelurahan agar tepat waktu, disiplin, kita sepakati bersama," urainya. 

Marnova menandaskan, di tahun-tahun sebelumnya, tidak ada penurunan atau kenaikan jumlah penerima manfaat. Meski pihak GBI Rock berharap dan berdoa agar data masyarakat miskin kota terus menurun di tiap tahun. 

Disinggung sumber anggaran yang dikeluarkan pihak GBI Rock pada kegiatan rutin tahunan ini, Marnova mengatakan, sumber anggaran berasal dari swadaya jemaat gereja. 

"Dari tahun sebelumnya juga sama 5.000. Walau kita berdoa rakyat miskin kota ini tidak bertambah, seharusnya berkurang. Uangnya ini murni dari swadaya jemaat, murni jemaat," tandasnya. (*) 

Editor: Ali Wafa

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow