41 Ribu Anak di Kota Batu sudah Kantongi KIA, Dispendukcapil Kejar Target
Anak-anak yang telah memiliki KIA bisa mendapatkan potongan harga tiket masuk tempat wisata sebagai bentuk insentif langsung dari program tersebut
KOTA BATU, SJP—Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Batu terus mempercepat kepemilikan kartu identitas anak (KIA) di kalangan peserta didik. Hingga pertengahan tahun 2025, sebanyak 41.087 anak tercatat telah memiliki KIA dari total target 52.675 anak.
Kepala Dispendukcapil Kota Batu, Wiwik Nuryati menyampaikan, untuk memperluas jangkauan kepemilikan KIA, pihaknya menempuh berbagai strategi. Salah satunya melalui program mobiling go to school yang menyasar PAUD, TK, SD hingga SMP.
"Hari ini saja, tercatat ada 300 anak yang melakukan perekaman. Ini akan kami jadwalkan rutin ke berbagai sekolah untuk percepatan layanan. Meskipun telah mencapai angka yang cukup tinggi, masih terdapat sekitar 11.588 anak yang belum mengantongi KIA," ucapnya, Kamis (26/6/2025).
Wiwik menilai proses ini tidak lepas dari tantangan di lapangan: seperti anak yang berasal dari luar daerah atau pembaruan data anak yang sebelumnya telah memiliki KIA sejak bayi.
Karena itu, sebagian perekaman saat ini hanya berupa pembaruan. Seperti pembaruan foto untuk anak-anak yang sudah beranjak remaja. Hal itu dilakukan sebagai bagian dari upaya pembenahan data kependudukan.
"Untuk meningkatkan minat kepemilikan KIA, kami menggandeng sejumlah destinasi wisata di Kota Batu. Anak-anak yang telah memiliki KIA bisa mendapatkan potongan harga tiket masuk sebagai bentuk insentif langsung dari program tersebut," imbuhnya.
Tak hanya itu, masyarakat kini juga bisa mengurus KIA tanpa harus datang ke mal pelayanan publik. Yakni melalui Sistem Informasi Pelayanan Kependudukan Desa (Si Apel Pedes). Layanan pengurusan dokumen bisa dilakukan langsung dari kantor desa dan kelurahan.
"Harapannya, seluruh anak di Kota Batu bisa memiliki identitas resmi sebagai bagian dari hak sipil mereka. Dan tentu saja, ini juga mendukung basis data kependudukan daerah yang lebih akurat," pungkas Wiwik. (*)
Editor: Ali Wafa
What's Your Reaction?

