219 Klinik Pertanian Siap Dongkrak Produktivitas dan Kesejahteraan Petani Bondowoso
Pemkab Bondowoso perkuat sektor pertanian lewat peningkatan kapasitas SDM, peluncuran program Klinik Pertanian di 219 desa, bantuan alsintan, asuransi tani, dan sertifikat produk untuk mendorong inovasi serta kesejahteraan petani.
BONDOWOSO, SJP – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM Pertanian yang digelar di Klinik Pertanian Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Besuk, Selasa (12/8/2025).
Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i tersebut, diawali dengan peninjauan produk hasil karya para formulator dan pelaku UMKM lokal. Selanjutnya, dilakukan peninjauan langsung serta simulasi layanan pertanian di Klinik Pertanian BPP Besuk.
Kepala Dinas Pertanian Bondowoso, Hendri Widotono, menyampaikan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemberdayaan kelompok tani, kolaborasi multipihak, dan menyasar 216 Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).
"Program ini bertujuan mendukung peningkatan produksi pertanian melalui penguatan peran Klinik Pertanian yang saat ini telah terbentuk di 219 desa dan kelurahan se-Kabupaten Bondowoso. Dari jumlah tersebut, 135 klinik berada di kios pertanian, dan 84 lainnya di balai desa atau kelurahan," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i menyampaikan, kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan visi daerah “Mewujudkan Bondowoso Tangguh, Unggul, Berdaya Saing Global, dan Berbudaya dalam Bingkai Keimanan dan Ketakwaan” melalui misi pembangunan ekonomi inklusif berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
“Pertanian adalah tulang punggung perekonomian daerah, sehingga harus terus diperkuat. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi petani, penyuluh, dan pihak terkait untuk bertukar pengetahuan, berdialog, dan merumuskan solusi bersama,” ujarnya.
Wabup yang karib disapa Ra As’ad ini menambahkan, pemerintah ingin memastikan petani memiliki akses luas terhadap ilmu, teknologi, dan dukungan yang dibutuhkan untuk meningkatkan hasil panen, menjaga kelestarian tanah, serta memperkuat daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Lebih lanjut dirinya menyampaikan, sistem pertanian yang dibangun di Kabupaten Bondowoso harus berbasis inovasi, berkelanjutan, dan berkeadilan, sehingga semua pelaku usaha tani dapat berkembang bersama.
“Tantangan sektor pertanian di masa depan semakin kompleks. Oleh sebab itu, bukan hanya kuantitas produksi yang perlu ditingkatkan, tetapi juga kualitas produk, agar memiliki nilai tambah dan daya saing. Dengan begitu, kesejahteraan petani akan meningkat,” ujarnya.
Sejalan dengan RPJMD Kabupaten Bondowoso 2025–2030, pemerintah mendorong lahirnya petani yang mandiri, kreatif, dan inovatif.
“Peran penyuluh pertanian dinilai sangat penting untuk mentransfer teknologi, memberikan edukasi, dan mendorong inovasi pertanian modern,” tukasnya.
Pada kesempatan tersebut, wakil bupati secara simbolis menyerahkan berbagai bantuan kepada sejumlah kelompok tani (Poktan), antara lain asuransi tani, sertifikat kunyit organik, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti handtraktor, handsprayer, traktor roda empat, bantuan benih, sertifikat sintanur serta bantuan Bibit Tatik Cekatan kepada Ketua PKK Kecamatan Klabang. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

