Sedekah Bumi 2024 Warga Dukuh Pakis Wujud Lestarikan Budaya Nusantara

Acara ini diwujudkan sebagai uri-uri kabudayan dengan adanya tumpeng agung yang dihias dengan berbagai hasil bumi, mulai dari rempah, sayur dan buah-buahan. Tumpeng ini melambangkan rasa syukur atas karunia Allah SWT.

21 Jul 2024 - 18:00
Sedekah Bumi 2024 Warga Dukuh Pakis Wujud Lestarikan Budaya Nusantara
Tumpeng Agung Sedekah bumi Kelurahan Dukuh Pakis, Kecamatan Dukuh pakis sebagai wujud lestarikan budaya nusantara sebagai kearifan lokal tradisi jawa di Kota Surabaya. (Foto: Jefri Yulianto/SJP)
Sedekah Bumi 2024 Warga Dukuh Pakis Wujud Lestarikan Budaya Nusantara
Sedekah Bumi 2024 Warga Dukuh Pakis Wujud Lestarikan Budaya Nusantara
Sedekah Bumi 2024 Warga Dukuh Pakis Wujud Lestarikan Budaya Nusantara
Sedekah Bumi 2024 Warga Dukuh Pakis Wujud Lestarikan Budaya Nusantara
Sedekah Bumi 2024 Warga Dukuh Pakis Wujud Lestarikan Budaya Nusantara

Surabaya, SJP - Sedekah bumi Kelurahan Dukuh Pakis, Kecamatan Dukuh Pakis tandai ungkapan rasa syukur atas kelimpahan rezeki, kesehatan, keselamatan, dan kemakmuran di wilayah warga setempat, Ahad (21/7).

Hal itu diungkapkan Ketua PKK Kecamatan Dukuh Pakis, Priyatin menjelaskan, setiap tahun, warga Kelurahan Dukuh Pakis mengadakan acara sedekah bumi sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia Allah SWT atas limpahan rezeki yang diberikan.

"Acara ini diwujudkan sebagai uri-uri kabudayan dengan adanya tumpeng agung yang dihias dengan berbagai hasil bumi, mulai dari rempah, sayur dan buah-buahan. Tumpeng ini melambangkan rasa syukur atas karunia Allah SWT," ujarnya.

Selain itu, acara ini juga merupakan bentuk pelestarian adat budaya Jawa. Generasi muda, khususnya anak-anak, diperkenalkan dengan budaya leluhur agar mereka dapat meneruskannya. 

Selain itu, lanjutnya, ada juga gunungan tumpeng agung yang dibuat setinggi 2,5 sampai 3 meter. Dalam kegiatan juga dihadiri Camat Dukuh Pakis Annita Hapsari Oktrina Sesoria dan Lurah Dukuh Pakis, Andrea Suryawan, serta diikuti para ketua RW dan RT setempat dan pameran bazar produk UMKM.

Dalam kirab budaya, sebut Priyatin juga ditampilkan tumpeng kecil yang disebut "ancak". Ancak ini merupakan tradisi adat Jawa yang berisi nasi kuning, polo pendem, dan buah-buahan disajikan dalam tempeh lengkap dengan lauk pauknya.

Lalu, di penghujung puncak kegiatan tumpeng agung berhias tumpukan mulai hasil rempah dan polo pendem, serta buah-buahan itu diperebutkan warga sebagai ungkapan rasa syukur atas kelimpahan rezeki hasil bumi warga kampung Dukuh Pakis.

Ketua Panitia kegiatan sedekah bumi 2024 sekaligus dalam jabatan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Dukuh Pakis, Widodo tambahkan, untuk acara tahun ini lebih semarak dan meriah.

Di antaranya mulai lomba karnaval pawai kirab budaya yang diikuti dari 37 RT dan 7 RW turut partisipasi. Ada juga olahraga seperti tenis meja dan bulu tangkis.

"Tahun ini, alhamdulillah semua warga kompak berpartisipasi dari 9 RW, meski yang dua RW hanya partisipasi dana saja. Panitia terbagi dengan tugas dan masing-masing mulai kesiapan tumpeng, hadiah undian, pertunjukan seni hiburan Reog Ponorogo, wayang kulit terlaksana lancar semua," urainya.

Widodo juga jelaskan, setiap tahun agenda bulan sedekah bumi selalu diadakan pada bulan suro tepatnya, Minggu wage. 

Karnaval diikuti oleh perwakilan dari masing-masing RT dengan kostum yang unik dan menarik. Setiap RT bebas memilih tema dan kreasi mereka sendiri. 

"Pagelaran wayang kulit adalah acara puncak kegiatan dari sedekah bumi hari ini. Lakon yang dimainkan biasanya berkaitan dengan tema pelestarian budaya. Setelah pagelaran wayang, seluruh warga makan tumpeng bersama-sama," pungkasnya.

Ditambahkannya, acara sedekah bumi tahun ini juga ditutup dengan ruwatan, yaitu ritual tolak bala untuk keselamatan dan kesejahteraan warga. 

Disela acara, kegiatan sedekah bumi warga juga dihadiri Walikota Surabaya, Eri Cahyadi berpesan agar tradisi adat dan budaya tetap terjaga dengan baik sebagai tali ikatan sillaturahmi memaknai toleransi antar sesama dan budaya lokal Jawa dari turun temurun.

"Dengan adanya kegiatan sedekah bumi ini sekaligus jadi tanda guyub dan rukun setiap warga kota Surabaya. Khususnya seluruh masyarakat di Kecamatan Dukuh Pakis yang setiap tahunnya adakan kirab budaya dan gelar wayang khas tadisi orang Jawa, dari generasi yang turun temurun dijaga kearifan lokal terjaga dengan baik," tuturnya. (*)

Editor: Rizqi Ardian 

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow