134 Sapi Unggulan di Kediri Adu Kualitas di Ajang Kontes Ternak
Kontes ini merupakan miniatur dari ribuan populasi sapi yang tersebar di wilayah tersebut.
KEDIRI, SJP – Perhelatan Kontes Ternak Kabupaten Kediri 2026 menjadi ajang unjuk kualitas sekaligus penguatan sektor peternakan lokal.
Sebanyak 134 ekor sapi milik sekitar 70 peternak dari 26 kecamatan berpartisipasi dalam kontes yang mempertandingkan 10 kategori tersebut.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi etalase potensi peternakan di Kabupaten Kediri.
Menurut Tutik, kontes ini merupakan miniatur dari ribuan populasi sapi yang tersebar di wilayah tersebut.
"Ini sebagai sarana edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan budi daya ternak. Kemudian juga memberikan apresiasi kepada pelaku usaha peternakan terkait dengan sapi-sapi di Kabupaten Kediri; ini miniaturnya," ungkap Tutik, Selasa (5/5/2026).
Ia juga menegaskan bahwa kontes ini menjadi momentum penting setelah vakum sejak 2019 akibat pandemi COVID-19 dan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
"Bahwa masih banyak ribuan ternak sapi di kandangnya masing-masing, tetapi ini merupakan sapi pilihan yang hari ini didatangkan untuk kita nilai dengan tim juri yang sangat kompeten," tuturnya.
Dalam kontes tahun ini, kategori yang dilombakan meliputi sapi Peranakan Ongole (PO) sebanyak lima kelas, hasil persilangan Inseminasi Buatan (IB) empat kelas, serta satu kategori kereman ekstrim. Kategori terakhir menjadi perhatian utama karena menampilkan sapi dengan bobot besar yang rata-rata di atas satu ton.
"Kategori sebagai apresiasi untuk pelaku usaha peternakan, khususnya yang memiliki hobi, minat, dan kesenangan memelihara sapi sampai sebesar-besarnya serta seberat-beratnya. Rata-rata di atas 900 kilogram hingga satu ton ke atas," tambahnya.
Penilaian dilakukan oleh tim juri profesional dengan mempertimbangkan berbagai aspek, seperti bobot, kesehatan, performa tubuh, hingga kesesuaian umur dan jenis. Dari setiap kategori akan diambil juara satu, dua, dan tiga, sehingga total terdapat 30 pemenang dalam kontes ini.
"Setidaknya masyarakat Kabupaten Kediri dan sekitarnya mengetahui secara riel potensi peternakan yang ada di Kabupaten Kediri. Sehingga wilayah lain, misalkan membutuhkan, bisa ke Kabupaten Kediri," tambahnya.
Menariknya, meski peserta dibatasi hanya untuk wilayah Kabupaten Kediri, antusiasme peternak cukup tinggi. Bahkan, terdapat pendaftar dari luar daerah yang tidak dapat diakomodasi. Ke depan, kontes ini diharapkan dapat meningkat ke tingkat provinsi hingga nasional.
"Sekaligus memberikan motivasi dan semangat kepada pelaku usaha peternakan, khususnya peternak, agar terus berpartisipasi dan memberikan kontribusi di dunia peternakan dengan melakukan usaha budi daya ternak yang baik," jelas Tutik.
Salah satu peserta, Sigit dari Lembu Praja Farm Pare, mengaku keikutsertaannya dalam kontes ini tidak hanya untuk meramaikan acara, tetapi juga sebagai strategi meningkatkan nilai jual ternak. Kontes ini pun dinilai berimbas positif bagi kesejahteraan peternak.
"Dengan adanya kontes ini juga meningkatkan perekonomian. Jadi, peternak sapi itu semakin semangat lagi untuk meningkatkan kualitas sapi-sapinya, khususnya untuk mencetak sapi jumbo. Daripada sapi impor, lebih baik sapi lokal yang kita besarkan untuk sumber pangan di negara kita," tutur Sigit.
Sigit menyebutkan salah satu sapinya memiliki berat sekitar 880 kilogram. Meski sudah terjual untuk kebutuhan kurban Iduladha, sapi tersebut tetap diikutsertakan dalam lomba atas izin sang pembeli.
"Beliau menyambut baik, silakan dipakai saja tidak apa-apa. Bahkan beliau juga antusias jika sapinya diikutkan kontes. Hal ini membuktikan bahwa sapi yang dipilih untuk kurban adalah sapi yang benar-benar memiliki kualitas," pungkasnya. (*)
Editor: Syaiful Aries
What's Your Reaction?

