100 Hari Kerja, Pak Yes dan Mas Dirham Beber Capaian Program Prioritas Lamongan
Dalam 100 hari pertama kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi dan Dirham Akbar Aksara (YesDirham), sejumlah capaian program prioritas berhasil direalisasikan, dengan fokus pada pertumbuhan ekonomi inklusif, pemerataan infrastruktur, serta penguatan SDM dan harmonisasi sosial.
LAMONGAN, SJP – Dalam 100 hari kerja, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara memaparkan sejumlah capaian program prioritas yang telah direalisasikan. Dalam paparannya, keduanya menyoroti tiga fokus utama pembangunan: kesinambungan, inovasi, dan percepatan.
Kegiatan ini digelar di Guest House Pendopo Lamongan, sekaligus menjadi forum evaluasi atas pelaksanaan program quick win sejak mereka dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada Februari yang lalu.
"Hari ini saya dan Mas Dirham genap 100 hari kerja. Banyak hal yang telah kami lakukan, terutama dalam merealisasikan program-program prioritas yang kami canangkan sejak awal," kata Yuhronur, yang akrab disapa Pak Yes, Senin ( 9/6/2025).
Fokus pada Pertanian dan Ekonomi Inklusif
Dalam 100 hari pertama, Pemkab Lamongan memprioritaskan program-program dengan dampak langsung ke masyarakat, salah satunya sektor pertanian. Hingga April 2025, produksi padi Lamongan tercatat mencapai 541.751 ton, mempertahankan posisi sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
“Lamongan saat ini menjadi daerah penghasil pangan terbesar kelima di Indonesia. Harga gabah petani bahkan melampaui harga yang ditetapkan pemerintah, ini berarti ekonomi petani kita meningkat,” ujar Yuhronur.
Selain pertanian, sektor perikanan budidaya mencatat produksi 13.960 ton. Sementara itu, ekspor daging unggas ke kawasan Indonesia Timur mencapai 16 ton.
Dorong UMKM dan Ekspor
Pemkab Lamongan juga mencatat nilai ekspor sebesar Rp20,7 triliun. Sebanyak 11 produk UMKM berhasil lolos kurasi nasional, enam produk menjalin business matching dengan Hong Kong, dan 10 produk kini tersedia di jaringan ritel modern.
“Untuk mendukung UMKM lokal, kami juga menerbitkan Surat Edaran Bupati yang mendorong ASN dan pelaku usaha swasta agar menggunakan produk UMKM Lamongan,” tambah Pak Yes.
Di sisi kelembagaan, sebanyak 270 koperasi tengah dalam proses legalisasi, dan 134 desa telah memiliki akta pendirian koperasi resmi
Infrastruktur dan Layanan Dasar
Dalam bidang infrastruktur, perbaikan dan pemeliharaan dilakukan di 27 ruas jalan strategis. Pemerintah juga memasang 104 tiang lampu dan menyalakan kembali 531 titik lampu jalan yang sebelumnya mati.
Distribusi air bersih diperluas dengan 1.500 sambungan rumah baru. Sementara proyek unggulan Jamula Mantap akan dimulai pada Juni 2025, meliputi sejumlah ruas strategis yang telah masuk proses lelang.
Terkait lingkungan, sebanyak 167 titik sampah liar telah ditangani, 805 banner liar dibersihkan, dan 820 pohon ditanam di ruang terbuka hijau. Pemkab juga merencanakan pembukaan TPST Dadapan untuk menangani sampah di wilayah utara Lamongan.
Penurunan Stunting dan RSUD Baru
Dalam bidang kesehatan, Pemkab Lamongan berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan dari 27,5 persen pada 2023 menjadi 6,9 persen di 2025, menempatkan Lamongan sebagai daerah dengan penurunan stunting terbaik kedua di Jawa Timur.
Upaya pemerataan layanan kesehatan juga dilakukan dengan soft launching RSUD Ki Ageng Brondong, yang akan melayani masyarakat di kawasan pesisir utara.
“Rumah sakit ini sudah mulai beroperasi, dan grand opening akan dilakukan dalam dua hingga tiga pekan mendatang,” ujar Yuhronur.
Pendidikan, Sosial, dan Pelayanan Publik
Capaian lain juga diraih di sektor pendidikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan tahun 2025 tercatat di angka 75,9, melebihi rata-rata provinsi dan nasional. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berjalan di 177 lembaga pendidikan. SMPN 1 Lamongan dijadikan proyek percontohan sekolah digital dan inklusi.
Beasiswa bagi siswa dan mahasiswa dari keluarga tidak mampu terus disalurkan guna meningkatkan akses pendidikan.
Dalam bidang sosial keagamaan, insentif telah disalurkan kepada takmir masjid, imam, modin, rohaniawan, dan guru ngaji melalui Kartu Yakin Sejahtera (YSS).
Pemkab juga mencatatkan penyelesaian 244 sertifikat tanah wakaf melalui program Gema Tawaf, serta menggalakkan gerakan "One Week One Juz" di kalangan ASN dan pelajar.
Pelayanan publik juga ikut ditingkatkan. Kanal pengaduan “Lapor Pak Yes” kini terintegrasi dengan seluruh perangkat daerah. Tiga Mall Pelayanan Publik Mini di Kecamatan Ngimbang, Babat, dan Paciran telah melayani total 205 perizinan.
Tingkat Kepuasan Publik Tinggi
Berdasarkan survei independen yang dilakukan pada 20–27 Mei 2025, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Yuhronur–Dirham mencapai 80,6 persen atau masuk dalam kategori tinggi.
“Kami bersyukur atas capaian ini, tapi kami tahu tantangan ke depan lebih besar. Kami akan terus bekerja keras untuk menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat Lamongan,” pungkas Yuhronur. (*)
Editor : Rizqi Ardian
What's Your Reaction?

