Meski Ditopang Event Internasional, Kunjungan Wisman ke Jatim Anjlok di Pengujung 2025
Meski mengalami fluktuasi bulanan, kunjungan wisman ke Jawa Timur sepanjang Januari–November 2025 justru tumbuh 0,71 persen secara tahunan, menandakan ketahanan sektor pariwisata di tengah dinamika global.
SURABAYA, SJP - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jawa Timur menunjukkan tren yang menurun signifikan secara bulanan pada November 2025. Padahal, sejumlah event internasional dan daerah sudah dihelat.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, jumlah wisman yang masuk ke Jawa Timur melalui Bandara Juanda pada November 2025 tercatat sebanyak 21.629 kunjungan. Angka tersebut turun 26,77 persen dibandingkan Oktober 2025 yang mencapai 29.534 kunjungan.
"Penurunan jumlah kunjungan wisman secara month-to-month (bulanan) dipengaruhi oleh faktor musiman termasuk berakhirnya periode libur dan kondisi cuaca," papar Kepala BPS Jatim, Zulkipli saat dikonfirmasi pada Minggu (11/1/2026).
Zulkipli menyebut tren tersebut menjadi indikator sekaligus kebutuhan bagi pemerintah untuk memperkuat siklus kunjungan tahunan agar tidak terlalu bergantung pada momentum tertentu, terutama di luar musim liburan.
Walaupun terjadi penurunan tajam secara bulanan, data tahunan (year-on-year/y-on-y) menunjukkan gambaran yang lebih stabil. Dibandingkan November 2024, kunjungan wisman mengalami kenaikan sebesar 3,89 persen, atau bertambah 809 kunjungan dari 20.820 menjadi 21.629.
Sementara jika dihitung secara kumulatif periode (c-to-c), akumulasi wisnus pada Januari–November 2025 mencapai 304.926 kunjungan, naik 0,71 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (302.780 kunjungan).
"Secara tren tahunan, kinerja sektor pariwisata masih terjaga. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada fluktuasi bulanan, momentum positif tetap ada," ujar Zulkipli.
Wisatawan Malaysia Tertinggi, Jepang Melonjak
BPS Jatim juga merinci aspek asal negara wisatawan yang datang ke Jawa Timur pada November 2025. Wisatawan asal Malaysia masih menjadi penyumbang wisman terbesar dengan 5.357 kunjungan, atau berkontribusi 24,77 persen dari total wisman yang masuk melalui Bandara Juanda.
Posisi berikutnya ditempati oleh wisatawan asal Tiongkok dengan 5.355 kunjungan, dan disusul Singapura sebanyak 2.626 kunjungan.
Menariknya, di tengah penurunan total kunjungan bulanan, wisman asal Jepang justru mencatatkan peningkatan paling signifikan.
Kunjungan wisatawan Jepang pada November 2025 naik 25,98 persen dibandingkan Oktober 2025, atau bertambah 86 kunjungan. Jika dibandingkan dengan November 2024, kunjungan dari Jepang juga meningkat 6,38 persen.
"Ini menunjukkan bahwa minat wisman dari pasar tertentu masih tumbuh," ucap Zulkipli.
"Pasar tradisional seperti Malaysia dan China tetap dominan, tetapi lonjakan dari Jepang memberi peluang untuk pangsa pasar baru seiring dengan adanya event internasional dan aktivitas berskala global yang digelar di Jawa Timur," sambungnya.
BPS Jatim mencatat bahwa sejumlah acara besar memang turut mendukung pergerakan wisman meski tidak cukup menahan tren penurunan bulanan
Kegiatan tersebut diantaranya adalah Mojo Fest 2025 dan Travel Gathering ASIDEWI di Kabupaten Mojokerto, serta Asian Science & Mathematics Olympiad for Primary and Secondary Schools (ASMOPSS) 2025 di Bojonegoro yang diikuti delegasi dari enam negara.
Kinerja Akomodasi Masih Tangguh
Sebagai cerminan aktivitas pariwisata yang lebih luas, Zulkipli juga menjabarkan data BPS pada sektor akomodasi hotel berbintang yang menunjukkan perkembangan positif di tengah kunjungan wisman yang menurun.
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Jawa Timur pada November 2025 mampu mencapai 52,82 persen, naik dibanding Oktober 2025 (52,63 persen), dengan rincian hotel bintang 4 naik 1,34 poin dan hotel bintang 5 naik 0,36 poin. Sementara hotel non bintang juga mengalami kenaikan TPK kecil, 22,06 persen di November 2025.
"Kenaikan hunian hotel menunjukkan aktivitas bisnis, pertemuan, dan event masih menopang industri akomodasi meski wisman sempat turun. Ini menjadi sinyal bahwa pariwisata bukan hanya leisure, tetapi juga segmen MICE dan bisnis," tutur Zulkipli.
Jika diperinci secara lokasi, data BPS menunjukkan bahwa TPK hotel bintang tertinggi tercatat di Kota Mojokerto (70,86 persen), Kabupaten Sidoarjo (66,85 persen), dan Kabupaten Gresik (66,19 persen).
"Bisa dilihat bahwa tren hunian hotel besar dipengaruhi lokasi strategis dan kedekatan dengan pusat aktivitas, namun kualitas layanan dan harga yang kompetitif juga ikut mempengaruhi," tukas Zulkipli.
Penurunan wisman secara bulanan pada November 2025 menjadi sorotan penting bagi pelaku pariwisata Jawa Timur. Meskipun tren tahunan masih menunjukkan pertumbuhan, perkembangan bulanan kembali menunjukkan ketergantungan pada musim liburan dan event tertentu. (*)
Editor: Danu
What's Your Reaction?

