Di Balik Film yang Menghabiskan Tisu, Ada Peran Montiss dalam Karya Jangan Buang Ibu

Sebagai pengalaman pertama PT Sun Paper Source masuk ke industri perfilman nasional, kolaborasi dengan karya sinema menjadi strategi yang mulai dilirik perusahaan FMCG untuk memperluas jangkauan merek sekaligus membangun kedekatan emosional dengan konsumen.

18 Jun 2026 - 19:40
Di Balik Film yang Menghabiskan Tisu, Ada Peran Montiss dalam Karya Jangan Buang Ibu
Foto bersama seluruh narasumber usai konferensi pers dalam rangkaian Gala Premiere film Jangan Buang Ibu di Surabaya, Kamis (18/6/2026) (Ryan/SJP)

SURABAYA, SJP – Film drama keluarga Jangan Buang Ibu mulai mencuri perhatian publik menjelang penayangannya pada 25 Juni 2026. Namun, di balik produksi film yang mengangkat kisah pengorbanan seorang ibu tersebut, terdapat langkah bisnis yang menarik perhatian, yakni keterlibatan produsen tisu PT Sun Paper Source melalui merek Montiss Tissue sebagai pendukung utama.

Langkah tersebut menjadi pengalaman pertama perusahaan masuk ke industri perfilman nasional. Di tengah persaingan industri barang konsumsi (fast moving consumer goods/FMCG), kolaborasi dengan karya sinema menjadi strategi yang mulai dilirik perusahaan untuk memperluas jangkauan merek sekaligus membangun kedekatan emosional dengan konsumen.

Film produksi Leo Pictures tersebut mengisahkan perjuangan Ristiana, seorang ibu tunggal yang membesarkan tiga anaknya setelah ditinggal sang suami dengan beban utang. Kehangatan keluarga yang semula utuh perlahan diuji oleh berbagai persoalan hidup hingga hubungan antara ibu dan anak-anaknya merenggang. Kisah tersebut menjadi benang merah yang kemudian dinilai sejalan dengan pesan yang ingin dibawa Montiss kepada masyarakat.

Chief Operating Officer PT Sun Paper Source, William Yaury, mengatakan keputusan perusahaan mendukung film tersebut tidak semata-mata didasarkan pada kepentingan komersial, tetapi juga karena melihat nilai sosial yang diangkat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

"Ini merupakan pengalaman pertama kami mensponsori perfilman nasional. Kami melihat topiknya penting karena perjuangan seorang ibu patut dihargai," kata William saat konferensi pers dalam rangkaian Gala Premier di Surabaya, Kamis (18/6/2026).

Meski demikian, William tidak menampik bahwa kerja sama tersebut juga memiliki tujuan bisnis. Menurutnya, keterlibatan dalam film menjadi salah satu cara perusahaan memperluas eksposur merek Montiss kepada masyarakat yang lebih luas melalui medium hiburan.

"Kami berharap brand awareness produk kami, Montiss Tissue, juga semakin dikenal banyak orang melalui film ini," ujarnya.

Kolaborasi antara perusahaan dengan industri kreatif bukan lagi sebatas penempatan logo sebagai sponsor. Perusahaan kini cenderung memilih karya yang memiliki kesamaan nilai (shared value) dengan identitas merek sehingga komunikasi kepada konsumen terasa lebih natural dibandingkan promosi konvensional.

William menilai pesan dalam Jangan Buang Ibu tentang pentingnya menghargai orang tua menjadi refleksi yang relevan di tengah kehidupan modern, ketika kesibukan kerap membuat hubungan keluarga terabaikan. Karena itu, perusahaan memandang keterlibatan dalam film tersebut sebagai bagian dari upaya menyelaraskan pertumbuhan bisnis dengan kontribusi sosial.

"Kami ingin terus menggemakan pesan agar setiap anak kembali pulang, mendengarkan, dan memberikan perhatian kepada orang tua mereka. Ini adalah investasi emosional untuk membangun generasi yang lebih memiliki empati," katanya.

Sementara itu, produser sekaligus pemilik Leo Pictures, Agung Saputra, yang turut hadir bersama bersama para bintang film seperti Nirina Zubir, Jarred Ali, Saputra Kori, Fadly Faizal, dan Diana M Putri, mengatakan tema keluarga dipilih karena memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat Indonesia sehingga lebih mudah diterima penonton lintas generasi.

"Kami selalu membuat film yang relate dengan masyarakat Indonesia supaya penonton merasa dekat dan ingin mengajak keluarganya menyaksikan film kami," ujar Agung.

Pemeran utama Nirina Zubir juga menilai film tersebut membawa pesan bahwa hubungan keluarga membutuhkan perjuangan, sama seperti aspek kehidupan lainnya.

"Selagi kita masih diberi napas, banyak hal yang masih bisa kita perjuangkan. Salah satunya adalah hubungan keluarga," ucap pemeran karakter Ristiana itu.

Keterlibatan Montiss dalam Jangan Buang Ibu menunjukkan bagaimana perusahaan mulai memanfaatkan industri hiburan sebagai bagian dari strategi komunikasi merek. Alih-alih hanya mengejar eksposur melalui iklan konvensional, perusahaan memilih hadir dalam narasi yang dinilai memiliki kedekatan emosional dengan target konsumennya.

Bagi PT Sun Paper Source, kolaborasi ini sekaligus menjadi pintu masuk ke ekosistem industri kreatif nasional. Jika strategi tersebut mampu meningkatkan pengenalan merek sekaligus memperkuat citra perusahaan di mata konsumen, bukan tidak mungkin pola kolaborasi serupa akan semakin banyak ditemui di sektor FMCG dalam beberapa tahun ke depan. (*)

Editor : Rizqi Ardian

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow